Lagi, Kelompok Bersenjata Papua Tembak Kendaraan Freeport

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Penembakan. Getty Images

    Ilustrasi Penembakan. Getty Images

    TEMPO.CO, Timika- Kelompok bersenjata dikabarkan melakukan penembakan ke arah konvoi trailer milik PT Freeport Indonesia di sekitar mile poin 60 distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua sekitar pukul 10.00 WIT. Kepala Kepolisian Resor Mimika Ajun Komisaris Besar Victor D Mackbon membenarkan hal itu.

    "Jadi ada pukul 10.00 WIT konvoi kendaraan trailer melintasi area MP 60 dari arah kota Tembagapura menuju Timika dan ditembak oleh KKB (kelompok bersenjata)," kata Viktor pada Jumat, 1 Desember 2017. Ia menyatakan penembakan itu diduga kuat dilakukan oleh kelompok yang selama ini melakukan teror penembakan di area konsesi perusahaan tambang emas itu.

    Baca: Baku Tembak Lagi di Papua, Polisi: Kelompok Bersenjata yang Sama

    Awalnya, konvoi kendaraan trailer melaju di ruas jalan menurun jalur MP 60. Tiba-tiba terdengar bunyi tembakan senjata api dari arah samping kanan jalan atau dari arah bukit sebelah kanan. Tembakan tersebut sempat mengenai helm seorang sopir trailer.

    Akibat panik, sopir tersebut tidak dapat berkonsentrasi mengendalikan dan menyebabkan trailer yang dikendarainya mengarah ke sebelah kiri dan masuk ke jurang. Beruntung sopir yang diketahui bernama, Ahmad Susanto tersebut berhasil keluar dari dalam trailer dengan meloncat ke arah kanan dan segera berlari mencari posisi aman.

    Baca: Jenderal Gatot: Kelompok Bersenjata Papua Rampas Harta Warga Desa

    Penembakan tersebut melukai sejumlah pekerja yang mengendarai trailer tersebut. Para korban pun sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Tembagapura di mile 68.

    Kini, konvoi dihentikan sementara. Anggota tim gabungan TNI Polri yang tergabung dalam Satgas Amole tengah melakukan pengejaran terhadap para pelaku penembakan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.