Polisi Selidiki Pistol Milik Napi Narkoba Masuk Lapas

Dua tahanan Lapas Kelas II A Pekanbaru, Nugroho (kiri) tahanan kasus curas, Satriandi (kanan) tahanan kasus pembunuhan dan narkoba. Keduanya berhasil kabur setelah menodongkan pistol ke arah petugas sipir, 22 November 2017. Istimewa

TEMPO.CO, Pekanbaru - Kepolisian Resor Kota Pekanbaru menyelidiki asal pistol yang dimanfaatkan narapidana kasus pembunuhan dan bandar Narkoba kelas kakap, Satriandi (30) untuk kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A, Pekanbaru. 

Pelaku berhasil melarikan diri lewat pintu utama Lapas setelah menodongkan pistol ke arah petugas yang berjaga.  "Asal senjata api masih kami selidiki, terlalu dini untuk mengungkapnya," kata Kepala Kepolisian Resor Kota Pekanbaru Komisaris Besar Susanto, Rabu malam, 22 November 2017.

Simak: 126 Napi Kabur dari Rutan di Pekanbaru

Menurut Susanto, penyidik saat ini masih melakukan pendalaman untuk mengungkap kasus itu.  Penyidik perlu memeriksa petugas sipir dan saksi lainnya. 

"Tim kami masih bekerja, masih dilakukan pendalaman," ujarnya. 

Susanto belum bisa memastikan penyebab kaburnya Satriandi dan seorang rekannya Nugroho, napi kasus perampokan itu. Apakah ada unsur kelalaian atau kesengajaan dari petugas Lapas. Sementara kamera pemantau (cctv)  yang ada di ruangan tersebut tidak berfungsi dengan baik. 

"Penyelidikan kami, cctv yang ada rusak," ucapnya. 

Kepala Lapas Kelas II A, Pekanbaru Yulius Syahruza menduga senjata api itu diselundupkan oleh rekan yang membusuknya.  Sebelum kabur, Satriandi dijenguk oleh adiknya Hasby bersama seorang wanita bernama Resty Wahyuni. 

Namun petugas masih menyelidiki penyebab pistol bisa masuk Lapas. Yulius masih meragukan pistol tersebut asli atau sekedar pistol mainan. 

"Ini diselundupkan, masih kami selidiki bagaimana bisa masuk. Pistol itu belum bisa juga dipastikan asli atau sekedar pistol korek api. Tapi menurut keterangan petugas, pistolnya jenis revolver yang dikrum warna silver," jelasnya. 

Sementara itu, kamera pemantau (cctv) yang terpasang di ruangan itu tidak menyala sehingga menyulitkan petugas melakukan penyelidikan.  "Cctv kami baru saja rusak disambar petir," ujarnya. 

Namun yang jelas, pelaku berhasil kabur setelah memberi ancaman kepada petugas dengan todongan pistol.  Kedua pelaku pun sempat memukul petugas dan memaksa membuka pintu yang tidak dikunci. Keduanya kabur menaiki mobil Xtrail yang sudah menunggu di luar. 

"Sepertinya ini terencana,  kuat dugaan yang menjadi supir itu adalah adiknya Hasby," jelasnya.  

Satriandi merupakan bandar kelas kakap yang dikenal sangat licin dan sadis yang pernah ditangani Kepolisian Resor Kota Pekanbaru. Sebelumnya Satriandi adalah anggota polisi yang dipecat karena kasus narkoba. pada 2015 lalu, Satriandi pernah digerebek oleh polisi di sebuah kamar di Hotel Aryadutha, Pekanbaru bersama ribuan butir pil ekstasi. Saat penggerebekan itu, Satriandi nekat melompat dari lantai VII, dan mengalami patah tulang.

Namun ketika itu, Satriandi bebas dari jeratan hukum lantaran berbekal surat kuning dari dokter. Satriandi dianggap mengalami gangguan jiwa akibat benturan setelah jatuh dari lantai VII hotel Aryadutha. 

Pada Januari 2017 lalu, Satriandi kembali berurusan dengan polisi. Ia membunuh seorang pemuda, warga Jalan Kahdijah Ali, Kampung Dalam, Pekanbaru Jodi Setiawan (21). Satriandi menembak mati Jodi lantaran sakit hati berkaitan dengan bisnis narkoba. Atas kasus itu, Satriandi divonis 20 tahun oleh Pengadilan Negeri Pekanbaru. "Saat ini pelaku (narapidana) masih dalam proses banding," kata Yulius.

RIYAN NOFITRA






Puluhan Polisi Yogyakarta Ikut Pelatihan Safety Riding Astra

29 Juli 2022

Puluhan Polisi Yogyakarta Ikut Pelatihan Safety Riding Astra

Safety riding atau Berkendara motor yang aman dimulai dengan menggunakan perlengkapan berkendara yang aman


Atlet Balap Sepeda Nasional Ikuti Pemecahan Rekor MURI Jakarta-Semarang 24 Jam

24 Juni 2022

Atlet Balap Sepeda Nasional Ikuti Pemecahan Rekor MURI Jakarta-Semarang 24 Jam

Sejumlah atlet balap sepeda berencana ikut dalam pemecahan rekor MURI bersepeda Jakarta-Semarang 24 jam yang digagas oleh Kepolisian RI dan PB ISSI.


Proyek Jembatan Ciujung Tol Tangerang-Merak Lanjut, Contra Flow Kembali Berlaku

19 Mei 2022

Proyek Jembatan Ciujung Tol Tangerang-Merak Lanjut, Contra Flow Kembali Berlaku

Pengerjaan pelebaran jembatan Ciujung di Tol Tangerang-Merak kembali dilanjutkan. Contra flow kembali berlaku.


Cara Polisi Cegah Kepadatan Arus Balik

4 Mei 2022

Cara Polisi Cegah Kepadatan Arus Balik

Sebanyak 7 langkah yang akan diterapkan dalam rangka mengupayakan keamanan, keselamatan dan kenyamanan masyarakat


Begini Tanggapan Polri Soal Rencana Laga Liga 1 dan Liga 2 Dihadiri Penonton

8 Desember 2021

Begini Tanggapan Polri Soal Rencana Laga Liga 1 dan Liga 2 Dihadiri Penonton

Hari ini Kemenpora akan rapat koordinasi bersama Kepolisian RI membahas pemberian izin kehadiran 25 persen penonton pada kompetisi Liga 1 dan Liga 2.


Anggota DPR Minta Polri Tindak Personelnya yang Intimidasi Pencuit Satpam BCA

18 Oktober 2021

Anggota DPR Minta Polri Tindak Personelnya yang Intimidasi Pencuit Satpam BCA

Taufik Basari mengaku telah menelusuri siapa saja pihak yang mengancam warganet yang mencuit satpam BCA.


#PolriSesuaiProsedur Ramai di Twitter, Polri Bantah Perang Tagar

14 Oktober 2021

#PolriSesuaiProsedur Ramai di Twitter, Polri Bantah Perang Tagar

"Tidak ada kami perang tagar. Kami tidak melayani perang," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Ahmad Ramadhan


Israel Tangkap Dua Tahanan Palestina Terakhir yang Kabur dari Penjara

19 September 2021

Israel Tangkap Dua Tahanan Palestina Terakhir yang Kabur dari Penjara

Dua pekan berlalu, Kepolisian Israel akhirnya berhasil menangkap dua buron terakhir dari enam tahanan asal Palestina yang kabur dari penjara keamanan.


Tilang Elektronik Mobile INCAR Diterapkan di Jatim, Begini Cara Kerjanya

2 September 2021

Tilang Elektronik Mobile INCAR Diterapkan di Jatim, Begini Cara Kerjanya

Tilang elektronik mobile INCAR (Integrated Node Capture Attitude Record) melengkapi ETLE statis di Kepolisian RI Jatim.


Aksi Jokowi End Game Batal, Perhatikan Ini Jika Ingin Gelar Demonstrasi

25 Juli 2021

Aksi Jokowi End Game Batal, Perhatikan Ini Jika Ingin Gelar Demonstrasi

Demonstrasi telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 Tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.