Narapidana Kelas Kakap Kabur dari LP Kelas II A Pekanbaru

Dua tahanan Lapas Kelas II A Pekanbaru, Nugroho (kiri) tahanan kasus curas, Satriandi (kanan) tahanan kasus pembunuhan dan narkoba. Keduanya berhasil kabur setelah menodongkan pistol ke arah petugas sipir, 22 November 2017. Istimewa

TEMPO.CO, Pekanbaru - Dua narapidana kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Pekanbaru, pada Rabu sore, 22 November 2017. Keduanya kabur setelah menodongkan benda yang mirip pistol ke arah petugas sipir.

"Senjata api yang digunakan jenis revolver warna silver," kata Kepala Lapas Kelas II A, Pekanbaru, Yulius Syahruza, Rabu.

Dua narapidana yang kabur itu adalah Satriandi, 30 tahun, yang dikenal sebagai bandar narkoba kelas kakap di Pekanbaru, Riau, dan seorang rekannya bernama Nugroho.

Yulius menceritakan, peristiwa bermula saat kedua pelaku mendatangi petugas sipir yang berjaga di pintu pemeriksaan. Kepada petugas, pelaku Satriandi beralasan ingin mengambil titipan barang. Namun saat itu, kata Yulius, petugas sipir tidak memberi izin lalu meminta kedua pelaku kembali ke kamar. "Tapi pelaku tetap memaksa minta izin sama petugas," ujarnya.

Baca juga: 12 Napi Kabur dari Penjara Sijunjung, Polisi Razia Perbatasan  

Tidak berselang lama, pelaku Satriandi mengancam petugas yang berjaga dengan monodongkan sebuah pistol dan memaksa membuka pintu utama, kemudian kabur menaiki mobil jenis X Trail warna hitam yang sudah menunggu di depan pintu. Petugas curiga aksi tersebut sudah direncanakan pelaku. "Kami mencatat ada dua kerabat membesuk pelaku sebelum kabur," kata Yulius.

Sebelum kabur, kata Yulius, pelaku dibesuk oleh adik kandungnya bernama Hasby dan seorang wanita bernama Resty Wahyuni. Petugas mencurigai sopir mobil yang membawa Satriandi dan Nugroho kabur dari lapas adalah Hasby.

"Kuat dugaan, yang membawa mobil itu adalah Hasby, adik kandungnya," ucap Yulius.

Menurut Yulius, pistol yang digunakan Satriandi untuk menodong petugas diduga diselundupkan pembesuk. Namun ia belum bisa memastikan apakah pistol itu asli atau palsu. "Ini masih kami selidiki, apakah itu pistol asli, atau pistol mainan korek api."

Kepala Kepolisian Resor Kota Pekanbaru Komisaris Besar Susanto membenarkan Satriandi kabur dari Lapas Kelas II A, Pekanbaru. "Masih kami selidiki modus pelariannya, begitu juga pistol yang digunakannya itu dapat dari mana," tuturnya.

Baca juga: Tim Gabungan Kejar 4 Tahanan Polres Jakarta Barat yang Buron

Satriandi merupakan bandar kelas kakap yang dikenal sangat licin dan sadis yang pernah ditangani Kepolisian Resor Kota Pekanbaru. Sebelumnya, Satriandi adalah anggota polisi yang dipecat karena kasus narkoba. Pada 2015, Satriandi digerebek polisi di sebuah kamar di Hotel Aryadutha, Pekanbaru, bersama dengan ribuan butir pil ekstasi. Saat penggerebekan itu, Satriandi nekat melompat dari lantai VII dan mengalami patah tulang.

Namun, ketika itu, Satriandi bebas dari jeratan hukum lantaran berbekal surat kuning dari dokter. Satriandi dianggap mengalami gangguan jiwa akibat benturan setelah jatuh dari lantai VII hotel Aryadutha.

Pada Januari 2017, Satriandi kembali berurusan dengan polisi. Ia membunuh seorang pemuda, warga Jalan Kadijah Ali, Kampung Dalam, Pekanbaru, bernama Jodi Setiawan, 21 tahun. Satriandi menembak mati Jodi lantaran sakit hati. Pembunuhan ini pun berkaitan dengan bisnis narkoba. Atas kasus itu, Satriandi divonis 20 tahun oleh Pengadilan Negeri Pekanbaru. "Saat ini pelaku masih dalam proses banding," kata Yulius.






Israel Tangkap Dua Tahanan Palestina Terakhir yang Kabur dari Penjara

19 September 2021

Israel Tangkap Dua Tahanan Palestina Terakhir yang Kabur dari Penjara

Dua pekan berlalu, Kepolisian Israel akhirnya berhasil menangkap dua buron terakhir dari enam tahanan asal Palestina yang kabur dari penjara keamanan.


Lebaran, Pengunjung Lapas Cikarang Membeludak Capai 3.417 Orang

19 Juni 2018

Lebaran, Pengunjung Lapas Cikarang Membeludak Capai 3.417 Orang

Pada libur Lebaran 2018, pengunjung di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cikarang, Kabupaten Bekasi, mencapai 3.417 orang.


334 Narapidana Korupsi dapat Remisi Idul Fitri 2018

14 Juni 2018

334 Narapidana Korupsi dapat Remisi Idul Fitri 2018

Pemberian remisi khusus Idul Fitri 2018 ini diharapkan dapat memotivasi narapidana untuk segera sadar diri dan berbuat baik.


Suami-Istri dan Napi Kendalikan Sindikat Narkoba Jerman-Indonesia

30 Mei 2018

Suami-Istri dan Napi Kendalikan Sindikat Narkoba Jerman-Indonesia

Sepuluh orang pelaku dalam sindikat narkoba ini yang ditangkap pada Mei 2018.


KPU Pertanyakan Sikap DPR yang Menolak Larangan Eks Napi Koruptor

26 Mei 2018

KPU Pertanyakan Sikap DPR yang Menolak Larangan Eks Napi Koruptor

Dalam pembahasan Peraturan KPU tentang pencalolan Dewan Perwakilan Daerah yang sudah disahkan, aturan tersebut telah dimasukan.


TPDI Minta Titipan Napi Terorisme di NTT Dikembalikan ke Jakarta

18 Mei 2018

TPDI Minta Titipan Napi Terorisme di NTT Dikembalikan ke Jakarta

Lembaga pemasyarakatan atau rumah tahanan di NTT yang mendapat titipan napi terorisme adalah LP di Kupang, Rutan Sumba Timur, dan LP Atambua.


Karya Narapidana dari Karikatur sampai Akik Dijual di Pameran

2 Maret 2018

Karya Narapidana dari Karikatur sampai Akik Dijual di Pameran

Beragam karikatur karya narapidana juga dijual dalam pameran Kamung Hukum 2018.


Narapidana Ini Diyakini Tewas, Mendadak Bangun Saat Diautopsi

11 Januari 2018

Narapidana Ini Diyakini Tewas, Mendadak Bangun Saat Diautopsi

Narapidana yang diyakini tewas di satu penjara di Spanyol, mendadak bergerak dan bangun saat akan diautopsi.


Sebanyak 9.333 Narapidana Dapat Remisi Natal, 175 Langsung Bebas

25 Desember 2017

Sebanyak 9.333 Narapidana Dapat Remisi Natal, 175 Langsung Bebas

Sebanyak 9.333 narapidana di seluruh Indonesia mendapatkan remisi khusus pada perayaan Hari Natal 2017.


Polisi Selidiki Pistol Milik Napi Narkoba Masuk Lapas

23 November 2017

Polisi Selidiki Pistol Milik Napi Narkoba Masuk Lapas

Kepolisian Pekanbaru menyelidiki asal pistol narapidana kasus pembunuhan dan bandar Narkoba kelas kakap, kabur dari Lembaga Pemasyarakatan.