Ditanya Siap Jadi Plt Ketum Golkar, Idrus: Pertanyaan Kamuflase

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Idrus Marham, Sekretaris Jenderal Partai Golkar hasil Munas Bali. TEMPO/Angelina Anjar Sawitri

    Idrus Marham, Sekretaris Jenderal Partai Golkar hasil Munas Bali. TEMPO/Angelina Anjar Sawitri

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham memberikan jawaban mengambang saat ditanya ihwal kesiapannya menjadi pelaksana tugas ketua umum Partai Golkar.

    "Ini lagi, pertanyaan siapa ini, kita sudah pontang-panting masih ditanya siap. Ini pertanyaan kamuflase," kata Idrus di kantor Dewan Pengurus Pusat Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta pada Senin, 20 November 2017.

    Baca: Dewan Pakar Golkar Dukung Idrus Marham Jadi Plt Ketua Umum

    Kabar penunjukan Idrus sebagai plt ketua umum Partai Golkar beredar seiring dengan ditahannya Setya Novanto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Mahyudin mengatakan opsi tersebut memang ada.

    Idrus enggan membocorkan apakah penunjukan plt itu akan diputuskan dalam rapat pleno Golkar yang akan digelar, Selasa, 21 November 2017. Dia hanya berujar, rapat pleno mengagendakan konsolidasi internal partai.

    "Bagian terpenting dari agenda konsolidasi organisasi memastikan kepemimpinan partai ini bisa berjalan efektif, sehingga Golkar tidak hanya eksis melakukan langkah politik tetapi optimistis mencapai target politik yang sudah ada," kata Idrus.

    Baca: Idrus Marham: Jangan Buru-buru Bahas Pergantian Setya Novanto

    Ketua Badan Pemenangan Pemilu I Partai Golkar Nusron Wahid sebelumnya mengatakan ada dua opsi tugas plt ketua umum partai. Menurut Nusron, plt dapat bertugas untuk mengantarkan partai hingga terselenggara musyawarah nasional luar biasa (munaslub) atau menyelesaikan kepemimpinan Setya hingga akhir periode.

    Namun, Idrus Marham juga enggan menjawab ihwal kedua opsi tugas plt tersebut. "Tugas plt itu ya memimpin partai," ujarnya.

    HUSSEIN ABRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.