Panglima TNI: TNI Siapkan Segala Kemungkinan Hadapi Penyanderaan

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat mengunjungi Yonkav 7 Sersus Cijantung Jakarta, Selasa, 31 Oktober 2017. Tempo/Syafiul Hadi

    Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat mengunjungi Yonkav 7 Sersus Cijantung Jakarta, Selasa, 31 Oktober 2017. Tempo/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, JakartaPanglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan TNI dan Kepolisian RI menyiapkan segala kemungkinan dalam menghadapi kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Mimika, Papua, yang menyandera warga.

    Saat ini, proses yang dilakukan melalui negosiasi. "Sampai saat ini kita semuanya melakukan negosiasi, dan ada batas-batas waktunya," kata Gatot di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis, 16 November 2017.

    Baca: Penyanderaan di Papua, JK: Selamatkan Rakyat Apa pun Caranya

    Meski mengutamakan langkah persuasif, tidak menutup kemungkinan TNI dan Polri melakukan upaya lain. "Dalam hal ini maka TNI-Polri menyiapkan segala kemungkinan," ujar Gatot.

    Saat ditanya apakah kemungkinan itu termasuk langkah tegas, Gatot tak memungkirinya. "Kalau negosiasi ndak mau, semuanya ndak mau, malah menantang, nah itu kan lain ceritanya nanti kan," ucapnya.

    Simak: Penyanderaan di Papua, KSAD Tunggu Keputusan Pemerintah dan DPR

    Yang jelas, kata dia, negara harus hadir. Tujuannya melindungi masyarakat di mana pun mereka berada, termasuk masyarakat yang disandera kelompok bersenjata tersebut. "Dan TNI akan hadir, apa pun cost-nya," kata dia.

    Diberitakan sebelumnya, kelompok bersenjata di Papua menyandera sekitar 1.300 orang di Desa Kimbely dan Banti, Mimika. Menurut keterangan polisi, 1.300 orang itu masih diperbolehkan beraktivitas, tapi diancam agar tidak mencoba meninggalkan kampung mereka. Beberapa warga bahkan dikabarkan mengalami ancaman atau bahkan serangan fisik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.