BNN Sita 133 Kilogram Sabu di Pekarangan, dari Jaringan Malaysia,

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deputi Pemberantasan BNN Inspektur Jenderal Arman Depari (kiri) dan Kepala Bagian Humas BNN Komisaris Besar Selamet Pribadi (kanan) memberikan keterangan terkait hasil pemeriksaan dua pilot Susi Air yang diduga mengkonsumsi Narkoba, Senin, 16 Januari 2017. TEMPO/Ahmad Faiz

    Deputi Pemberantasan BNN Inspektur Jenderal Arman Depari (kiri) dan Kepala Bagian Humas BNN Komisaris Besar Selamet Pribadi (kanan) memberikan keterangan terkait hasil pemeriksaan dua pilot Susi Air yang diduga mengkonsumsi Narkoba, Senin, 16 Januari 2017. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) menyita narkoba jenis sabu sebanyak 133 kilogram dan 8.500 butir ekstasi yang ditanam di pekarangan rumah tersangka Marzuki di Aceh Timur. Deputi Pemberantasan BNN Inspektur Jenderal Arman Depari menuturkan, pengerebekan dilakukan pada hari Sabtu 4 November 2017.

    "Saat penggerebekan di rumah Marzuki pada hari Sabtu ditemukan barang bukti narkoba jenia sabu sebanyak 133 kilogram dan satu bungkus ekstasi yang disembunyikan dengan cara di kubur di dalam perkarangan rumah," kata Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari di dalam pesan singkatnya, Minggu 5 November 2017.

    BACA:Polisi: Indonesia Masih Jadi Pasar Utama Peredaran Narkoba Dunia  

    Menurut Arman Depari, barang bukti narkoba tersebut masuk dari wilayah Malaysia ke wilayah Indonesia melalui jalur laut dengan menggunakan kapal nelayan yang berangkat dari Malaysia ke pelabuhan Idi Rayeuk, Aceh Timur, katanya. "Pengungkapan pada hari Sabtu dan Minggu 5 November pukul 01.30 WIB di dusun Tanjung Mulia Kelurahan Alue Dua Muka, Idi Rayeuk, Aceh Timur," kata Arman.

    Narkoba tersebut berasal dari jaringan Malaysia Aceh dan telah ditetapkan dua tersangka yakni Rahmad Ahyan dan Marzuki, katanya. "Saat ini, kita masih dilakukan pengembangan untuk ungkap jaringan lainnya," kata Arman.

    Selain barang bukti sabu dan ekstasi, BNN juga menyita dua unit mobil, dua unit sepeda motor dan dua unit telepon genggam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.