Bawaslu Gelar Sidang Pendahuluan Dugaan Pelanggaran Pemilu

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Partai Idaman, Rhoma Irama, menyerahkan berkas kepada kepala bagian Temuan Laporan Pelanggaran,  Ibu Yusti Erlina, tentang adanya dugaan pelanggaran administrasi pendaftaran KPU di gedung Bawaslu, Jakarta Pusat, Senin, 23 Oktober 2017. TEMPO/Maria Fransisca

    Ketua Partai Idaman, Rhoma Irama, menyerahkan berkas kepada kepala bagian Temuan Laporan Pelanggaran, Ibu Yusti Erlina, tentang adanya dugaan pelanggaran administrasi pendaftaran KPU di gedung Bawaslu, Jakarta Pusat, Senin, 23 Oktober 2017. TEMPO/Maria Fransisca

    TEMPO.CO, JakartaBadan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menggelar sidang pendahuluan dugaan pelanggaran administratif dalam tahapan pendaftaran dan verifikasi partai politik calon peserta pemilu 2019.

    "Sidang dengan agenda putusan pendahuluan, untuk itu kami bacakan berurutan putusan pendahuluan," kata Ketua Bawaslu Abhan yang bertindak sebagai Ketua Majelis Sidang di gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu, 1 November 2017.

    Partai-partai yang aduannya disidangkan hari ini yakni Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Hendropriyono, Partai Bulan Bintang, Partai Islam Damai dan Aman (Idaman), Partai Bhinneka Indonesia, PKPI kubu Haris Sudarnl, Partai Pekerja dan Pengusaha Indonesia, dan Partai Republik.

    Aduan tiga parpol lainnya, yakni Partai Rakyat, Partai Swara Rakyat Indonesia (SRI), dan Partai Indonesia Kerja belum disidangkan.

    Kesepuluh partai politik ini melaporkan Komisi Pemilihan Umum ke Bawaslu. Mereka mengadukan adanya dugaan pelanggaran administratif yang dilakukan KPU ihwal proses pendaftaran partai politik untuk pemilu 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proses Pembuatan Vaksin Virus Corona Dibanding Klaim Obat Hadi Pranoto

    Hadi Pranoto mengklaim obat herbal Antibodi Covid-19 berbeda dengan vaksin virus corona. Proses pembuatan vaksin memakan waktu setidaknya 12 bulan.