800 Anggota PSI Ikuti Proses Bakal Caleg 2019

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPP PSI, Tsamara Amani saat mendatangi Kantor KPU dalam rangka pendaftaran partai PSI di Gedung KPU, Jakarta, 10 Oktober 2017. Pengurus Partai ini diwarnai sejumlah wajah sele. Tempo/Ilham Fikri

    Ketua DPP PSI, Tsamara Amani saat mendatangi Kantor KPU dalam rangka pendaftaran partai PSI di Gedung KPU, Jakarta, 10 Oktober 2017. Pengurus Partai ini diwarnai sejumlah wajah sele. Tempo/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia Tsamara Amany mengatakan sudah ada 800 orang dari partainya yang akan mengikuti proses seleksi bakal calon anggota legislatif untuk Pemilu 2019. Jumlah ini berasal dari 650 ribu orang yang terdaftar resmi menjadi anggota PSI.

    "Sudah ada 800 orang yang akan mengikuti proses pencalegan," kata Tsamara di seminar bertajuk Sumpah Muda Mudi Lawan Korupsi di The Green Corner, Jakarta Selatan, Minggu, 29 Oktober 2017.

    Tsamara mengatakan partainya menargetkan suara lebih dari 4 persen di Pemilu 2019. Tujuannya agar anggota PSI bisa berhasil duduk di kursi legislatif. "Kami memang pasang target tinggi," ujar dia.

    Baca juga: Tsamara Amany Daftar Caleg untuk Pemilu 2019

    Sementara itu, untuk dana kampanye partai, PSI menjalankan sistem penggalangan dana dari publik. Masyarakat dapat menjadi anggota PSI dengan menyumbang mulai dari Rp 100 ribu sampai Rp 1 juta per tahun. Nantinya uang yang disumbangkan akan dipertanggungjawabkan dengan mengunggah laporan keuangan partai ke dalam website PSI.

    "Nantinya masyarakat akan bisa akses laporan tersebut dan melihat uangnya digunakan untuk apa saja," ujar Tsamara.

    Baca juga: Tsamara Amany: Pansus Angket Jelas untuk Pelemahan KPK

    Langkah tersebut diambil PSI untuk mendorong masyarakat berani menyumbang ke partai politik. Selain itu, anggota partai akan mendapat hak lebih, yaitu voting kebijakan di dalam partai.

    Voting ini bisa menentukan kebijakan apa yang disukai dan tidak oleh masyarakat. Sedangkan untuk para anggotanya, akan bisa dinilai sesuai kinerja mereka. "Jadi kalau rapor mereka merah, bisa diberhentikan," kata Tsamara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.