Pilgub Jabar, Agun: Pilihan Golkar ke Ridwan Kamil Belum Final

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Pansus Angket KPK, Agun Gunandjar Sudarsa, saat mengundang wartawan ke kediamannya, di Rumah Cuklik, Cijeruk, Cigombong, Bogor, 8 Oktober 2017. TEMPO/Ahmad Faiz.

    Ketua Pansus Angket KPK, Agun Gunandjar Sudarsa, saat mengundang wartawan ke kediamannya, di Rumah Cuklik, Cijeruk, Cigombong, Bogor, 8 Oktober 2017. TEMPO/Ahmad Faiz.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa I DPP Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa menilai rekomendasi yang diberikan oleh partainya kepada Ridwan Kamil atau Emil dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Daniel Muttaqien, masing-masing sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat belum final.

    Agun menyebut berbagai pertimbangan masih dimungkinkan terjadi sampai pada momentum penetapan pasangan calon yang didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum Jawa Barat.

    "Masih ada kemungkinan-kemungkinan, karena (rekomendasi) yang kemarin disampaikan itu bukan dokumen yang secara definitif akan disampaikan ke KPU Jawa Barat," kata Agun dalam siaran persnya, Sabtu, 28 Oktober 2017.

    Baca juga: Golkar Klaim NasDem Sepakat dengan Usulan Ridwan Kamil-Daniel

    Sebab itu, tokoh yang berasal dari daerah Priangan tersebut meminta kepada DPP Partai Golkar agar memperhatikan secara sungguh-sungguh dedikasi dan loyalitas Ketua DPD Partai Golkar Dedi Mulyadi untuk partai selama ini.

    Agun melihat, Bupati Purwakarta tersebut telah berhasil menciptakan soliditas yang kuat di Jawa Barat.

    "DPP Jawa I meminta kepada DPP Partai Golkar agar memberikan apresiasi kepada Saudara Dedi Mulyadi yang telah berhasil membangun kesolidan di Golkar Jawa Barat," katanya.

    Permintaan tersebut bukan tanpa alasan, Agun mengingatkan bahwa Jawa Barat menjadi roh semua partai politik di tingkat nasional.

    Hal ini berimplikasi pada perolehan suara masing-masing partai dalam momen pilkada 2018 maupun pileg dan pilpres 2019.

    "Jawa Barat ini menjadi aset bagi seluruh partai, karenanya kesolidan menjadi penting sebab berkaitan dengan kemenangan berbagai kontestasi politik seperti pilkada, pileg, dan pilpres. Saudara Dedi telah berhasil menciptakan itu," katanya melanjutkan.

    Baca juga: Golkar Calonkan Ridwan Kamil, Idrus: Dedi Mulyadi Sudah Tahu

    Kesolidan internal Partai Golkar ini dibuktikan dengan perolehan elektabilitas yang terus naik. Kondisi ini berbanding terbalik dengan daerah lain, bahkan dengan elektabilitas partai berlambang pohon beringin tersebut secara nasional, yang terus menurun.

    "Pengurus dan kader di arus bawah ini sangat nyaman dengan pola yang dibangun oleh Saudara Dedi, sehingga Golkar di Jawa Barat elektabilitasnya naik, solidnya internal, dan berhasil meraih simpul eksternal. Ini aset besar bagi Partai Golkar. Makanya, solid dulu, baru berkarya," ucapnya.

    Sebelumnya, DPP Partai Golkar melalui Sekretaris Jenderal Idrus Marham memberikan keterangan pers bahwa Partai Golkar telah memberikan rekomendasi untuk Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien untuk maju dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat pada 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.