Ada Penembakan Lagi, Konvoi Freeport Indonesia Dibatalkan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi berjaga-jaga setelah demo ratusan mantan karyawan PT.Freeport Indonesia yang terkena PHK karena polemik KK dan IUPK berakhir rusuh di Check Point 28, Mimika, Papua, 19 Agustus 2017. TEMPO/Hans Arnold

    Polisi berjaga-jaga setelah demo ratusan mantan karyawan PT.Freeport Indonesia yang terkena PHK karena polemik KK dan IUPK berakhir rusuh di Check Point 28, Mimika, Papua, 19 Agustus 2017. TEMPO/Hans Arnold

    TEMPO.CO, Timika -  Penembakan kembali terjadi di sekitar Mile Point 60, akses jalan tambang PT Freeport Indonesia, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Rabu pagi waktu setempat, 25 Oktober 2017.

    Vice President Corporate Communication PTFI Riza Pratama membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan konvoi kendaraan schedule day off (SDO) karyawan dari dataran rendah menuju dataran tinggi Distrik Tembagapura dibatalkan sementara.

    "Kami mendengar suara tembakan tapi belum mendapat konfirmasi. Sementara konvoi dihentikan," kata Riza saat dihubungi dari Timika.

    Baca juga: Penembak Misterius di Area Freeport Profesional

    Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar saat dikonfirmasi memastikan tidak ada korban dari aksi penembakan terhadap kendaraan patroli area tambang di Mile Point (MP) 60 itu.

    Menurut Boy, aksi ini memang sudah diantisipasi aparat. "Betul bahwa terjadi penembakan. Namun saat ini belum ada korban. Hasil analisis yang kami lakukan, memang diketahui ada rencana gangguan di sekitar MP 60-67. Kami antisipasi," ujarnya.

    Sejak Sabtu, 21 Oktober 2017, Brimob Batalion B Timika telah terlibat kontak tembak dengan kelompok bersenjata saat melakukan penyisiran di sekitar perbukitan Kampung Banti-Utikini, menyusul penembakan dua unit kendaraan patroli PT Freeport Indonesia di Mile Point 67 hari itu.

    Kemudian, pada Minggu sore, 22 Oktober, seorang anggota Brimob Batalion B Timika atas nama Briptu Berry Pramana Putra tewas tertembak pada bagian perut di Jembatan Utikini, Distrik Tembagapura.

    Pada Senin pagi, 23 Oktober, pasukan Brimob lagi-lagi diberondong tembakan beberapa saat setelah mengevakuasi jenazah Briptu Berry Pramana. Empat anggota Brimob dilaporkan terluka dalam kejadian tersebut.

    Baca juga: DPR Papua Desak Polisi Usut Penembakan Freeport

    Terakhir, pada Selasa, 24 Oktober 2017, kelompok bersenjata memberondong kendaraan tim medis RS Tembagapura saat membawa pasien yang baru melahirkan di Kampung Utikini Lama. Pasien atas nama Serina Kobogau tertembak di paha kanan dalam kejadian tersebut.

    Selama penyisiran dan pengejaran kelompok bersenjata itu, aparat berhasil menguasai markas dan kamp-kamp mereka di sekitar perbukitan Utikini, Tembagapura.

    Aparat juga menemukan senjata api rakitan, HT, berbagai peralatan milik mereka, serta ceceran darah (diduga salah satu anggota kelompok bersenjata itu tertembak).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.