Panglima Gatot sudah Lapor Presiden Jokowi Soal Larangan AS

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • uru Bicara Presiden Johan Budi mengunjungi Novel Baswedan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, 11 April 2017. Tempo/Vindry Florentin

    uru Bicara Presiden Johan Budi mengunjungi Novel Baswedan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, 11 April 2017. Tempo/Vindry Florentin

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Istana Kepresidenan Johan Budi Sapto Pribowo menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo sudah mengetahui Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dilarang masuk Amerika Serikat sejak Sabtu, 21 Oktober 2017. Menurut Johan, Gatot langsung melaporkan kepada Jokowi.

    "Hari Sabtu kemarin (ketika dilarang masuk), Panglima TNI menurut penjelasan yang saya konfirmasi, sudah menginformasikan kepada Presiden Joko Widodo," ujar Johan saat dicegat di kompleks Istana Kepresidenan, Senin, 23 Oktober 2017.

    Baca: Soal Pencekalan Panglima TNI, Wiranto Tunggu Penjelasan AS

    Saat akan terbang menuju Amerika Serikat pada Sabtu lalu, Gatot mendapatkan informasi bahwa dirinya dilarang masuk negara itu. Padahal, dia mendapatkan undangan resmi dari militer AS untuk mendatangi Konferensi Bersama Panglima Angkatan Bersenjata yang digelar di Washington DC, AS, pada 23-24 Oktober 2017.

    Larangan tersebut sempat menimbulkan kehebohan. Pemerintah Indonesia pun langsung meminta penjelasan dari pihak AS. Belakangan, pihak pemerintah AS mengatakan bahwa ada masalah internal yang berujung pada larangan tersebut.

    Adapun hari ini, waktu Indonesia, larangan tersebut telah resmi dicabut. Pemerintah AS serta Chairman of the Joint Chiefs of Staff General Joseph Dunford memastikan akan menyambut hangat saat Gatot tiba di AS.

    Baca juga: Begini Kronologi Jenderal Gatot Nurmantyo Ditolak Masuk AS

    Johan melanjutkan Presiden Jokowi sudah memerintahkan Kementerian Luar Negeri untuk menindaklanjuti masalah Gatot itu. Harapannya, kata dia, persoalan Panglima Gatot segera ditemukan titik terang atau solusi. "Saya belum dapat informasi terakhir, mungkin teman-teman bisa menanyakan ke Menlu. Saya dengar dubes akan dipanggil untuk dimintai informasi itu," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga