Pernikahan Kahiyang Ayu, 1.100 Loyang Martabak Akan Disuguhkan

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putri Jokowi, Kahiyang Ayu foto bersama kekasihnya. Instagram

    Putri Jokowi, Kahiyang Ayu foto bersama kekasihnya. Instagram

    TEMPO.CO, Solo - Sejumlah menu spesial akan disuguhkan kepada para tamu resepsi pernikahan putri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kahiyang Ayu dan Bobby Afif Nasution pada November mendatang. Hidangan tersebut disiapkan oleh perusahaan katering Chilli Pari milik kakak Kahiyang, Giran Rakabuming.

    "Salah satu yang akan dihidangkan adalah martabak," kata Gibran saat ditemui, Kamis 19 Oktober 2017. Selain mengelola perusahaan katering, Gibran juga memiliki usaha kuliner martabak dengan nama Martabak Kottabarat atau Markobar.

    Baca juga: Permintaan Kahiyang Ayu untuk Kereta Kuda Pernikahannya

    Martabak yang akan disuguhkan terdiri dari dua jenis, martabak manis dan martabak telur. Sebenarnya, Gibran juga memiliki produk baru berupa martabak kering. "Tapi belum bisa dipastikan ikut dihidangkan atau tidak," katanya.

    Dalam resepsi tersebut, para juru masak akan membuat 300 loyang martabak manis dan 250 loyang martabak telur pada sesi siang hari. Sedangkan untuk para tamu sesi malam hari, mereka juga menyiapkan dua jenis martabak dengan jumlah yang sama.

    Makanan itu semuanya akan dimasak di lokasi acara. "Para tamu bisa melihat langsung proses masaknya," kata Gibran. Selain itu, para tamu bisa menikmati martabak itu saat masih hangat.

    Simak pula: Menikah dengan Pria Batak, Kahiyang Ayu Bakal Dapat Marga Siregar

    Gibran yakin bahwa juru masaknya mampu untuk membuat martabak dengan jumlah besar dalam waktu singkat. "Kami sudah biasa menerima pesanan martabak untuk layanan katering," kata dia.

    Resepsi pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Afif Nasution akan digelar pada 8 November mendatang di gedung pertemuan Graha Saba Solo. Diperkirakan ada ribuan tamu yang akan hadir dalam pernikahan putri Presiden Jokowi itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.