Maju Pilgub Jawa Timur, Ini Sinyal Dukungan PDIP ke Azwar Anas

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul, kiri) dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menjadi pasangan bakal calon gubernur-wakil gubernur yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di pilgub Jawa Timur 2018. Tempo/Putri.

    Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul, kiri) dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menjadi pasangan bakal calon gubernur-wakil gubernur yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di pilgub Jawa Timur 2018. Tempo/Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sinyal dukungan PDI Perjuangan terhadap Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sudah terlihat sejak tiga pekan lalu, tepatnya pada saat Anas menjadi  pembicara pada Kursus Politik untuk kalangan profesional dengan tema Pancasila: Jiwa dan Kepribadian Bangsa Indonesia di kantor pusat DPP PDIP, Minggu, 24 September 2017. 

    Saat membuka kursus politik, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto memuji kinerja Anas sebagai Bupati Banyuwangi. "Dia sukses membuat Banyuwangi jadi tempat yang penuh estetika," kata Hasto. Kepada peserta kursus, Hasto juga mengatakan bahwa Anas adalah sosok kepala daerah yang berhasil menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam pembangunan di daerah. 

    Baca juga: PDIP Resmi Usung Gus Ipul-Azwar Anas di Pilgub Jawa Timur

    Kursus politik yang digelar oleh PDIP ini, kata Hasto ditujukan untuk kalangan profesional sebagai bagian dari tanggung jawab partai untuk membumikan Pancasila. "Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri juga hadir," ujarnya.

    Anas selesai mengisi acara sekitar pukul 16.30 WIB. Ia meninggalkan ruangan Kursus Politik dan menuju lantai empat untuk salat. Kepada salah satu anggota partai PDIP di Kantor DPP, Anas mengatakan akan menunggu kedatangan Megawati Soekarnoputri. Hingga pukul 17.00 WIB, Megawati memang belum tampak hadir di kantor DPP. "Gak ada janji kok, biasa aja," kata Anas.

    Baca juga: Usai dari PDIP, PKB Sambut Cagub Jawa Timur Gus Ipul-Azwar Anas

    Anas merupakan salah satu andalan dari PDIP dalam kontestasi Pilkada Jawa Timur Juni 2018 mendatang. PDIP Banyuwangi sejak awal Juli lalu resmi mendaftarkan Anas sebagai salah satu peserta Pilkada. Sejak awal, Anas digadang-gadang akan mendampingi Saifullah Yusuf alias Gus Ipul yang diusung sebagai calon gubernur oleh PKB.

    Di Jawa Timur, PDIP memang merupakan pemegang kursi terbanyak kedua di DPRD Jawa Timur setelah PKB. PKB memiliki 20 kursi, sementara PDIP memiliki yaitu 19 kursi. Namun PDIP tidak bisa mencalonkan calon sendiri tanpa koalisi karena syarat pencalonan adalah minimal 20 kursi.

    Baca juga: PDIP Koalisi dengan PKB Usung Gus Ipul di Pilkada Jawa Timur

    Meskipun telah resmi diusung oleh PDIP Banyuwangi, namun kader PKB tersebut sampai hari ini belum mendapat "restu" dari Megawati Soekarnoputri untuk dicalonkan di Pilkada nanti.

    Anas membantah bahwa kedatangannya hari itu ke Kantor DPP PDIP merupakan upaya untuk meminta dukungan langsung kepada Mengawati Soekarnoputri. Ia menyebut hanya diundang oleh Hasto untuk berbicara di Kursus Politik PDIP mengenai pembangunan di kabupaten Banyuwangi yang ia pimpin. "Enggak ada bicara Pilkada," ujarnya.

    Baca juga: PKB Usung Maju Pilgub Jatim, Gus Ipul: Terima Kasih Pak Muhaimin

    Serupa Anas, Hasto juga menampik kedatangan Anas ke Kantor DPP PDIP berkaitan dengan Pilkada. Menurut dia, Anas dihadirkan dengan kapasitasnya sebagai keluarga Nahdliyin. "Untuk membangun persahabatan dengan PDIP," kata Hasto.

    Kini, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri resmi mencalonkan Abdullah Azwar Anas berduet mendampingi Saifullah Yusuf sebagai calon Wakil Gubernur Jawa Timur. Dua kader nahdliyin yang bakal berhadapan dengan kader nahdlyin lainya, Khofifah Indar Parawansa. Khofifah sendiri saat ini sudah mengantongi dukungan Partai Golkar dan Partai Nasdem.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.