Kenangan Pegawai THR Sriwedari Soal Jokowi dan Koes Plus

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menonton Synchronize Festival 2017 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, 7 Oktober 2017. ANTARA FOTO

    Presiden Joko Widodo menonton Synchronize Festival 2017 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, 7 Oktober 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Solo - Pegawai Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari Retnosari Ariani masih mengenang saat Joko Widodo (Jokowi) menjadi pelanggan di Sriwedari ketika belum menjadi presiden ataupun wali kota Surakarta. Jokowi saat itu menjadi pembina Koes Plus Fans Club Surakarta.

    "Saya masih ingat beliau (Jokowi) sering nonton, sebelum menjadi Wali Kota Surakarta," kata Retnosari yang sudah bekerja di Sriwedari selama 32 tahun, Kamis, 12 Oktober 2017.

    Baca juga: Taman Hiburan Rakyat Sriwedari Solo Memilih Tutup Selamanya

    Pengelola THR Sriwedari akhirnya memilih untuk tutup selamanya setelah kontrak dengan Pemerintah Kota Surakarta berakhir. Tempat hiburan itu tidak mendapatkan lokasi baru sebagai pengganti lahan Sriwedari yang telah ditempatinya selama 32 tahun.

    Retnosari menceritakan pada awalnya panggung musik di THR Sriwedari hanya tersedia tiap Sabtu malam. "Saat itu kami hanya mengakomodir musik dangdut," katanya.

    Namun, permintaan dari masyarakat membuat THR Sriwedari akhirnya mementaskan musik dengan berbagai genre. Mereka selalu mementaskan lagu Koes Plus pada Senin dan Kamis malam.

    Selanjutnya, ada juga slow rock pada Selasa malam, dangdut pada Rabu dan Sabtu malam, tembang kenangan pada Jumat malam dan campursari pada Minggu malam.

    Dari panggung musik itu lahirlah berbagai komunitas penggemar musik yang menjadi pelanggan loyal di THR Sriwedari. Di antaranya Koes Plus Fans Club Surakarta yang dibina  Jokowi.

    AHMAD RAFIQ

    Baca juga: Survei Pemilu 2019: Resep Jokowi  Kalahkan Penantang Baru


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.