Orasi Ilmiah di Lampung, Jusuf Kalla Soroti Pentingnya Sains

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wapres Jusuf Kalla mewakili Indonesia menyampaikan pidato pada sesi Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB ke-72 di New York, Amerika Serikat, 21 September 2017.  Kalla menggarisbawahi tiga hal dalam upaya mencapai

    Wapres Jusuf Kalla mewakili Indonesia menyampaikan pidato pada sesi Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB ke-72 di New York, Amerika Serikat, 21 September 2017. Kalla menggarisbawahi tiga hal dalam upaya mencapai "Perdamaian dan Kehidupan yang Layak secara

    TEMPO.CO, Lampung - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan perubahan kehidupan selalu ditentukan penguasaan sains dan teknologi. Menurut dia, penguasaan teknologi merupakan sarana memajukan bangsa.

    "Teknologi selalu mengubah dan memperbaiki kehidupan," kata Kalla saat memberi orasi ilmiah dalam acara Dies Natalis ketiga Institut Teknologi Sumatera (Itera), Lampung Selatan, Jumat, 6 Oktober 2017.

    Baca juga: JK: Kalau Ingin Berpolitik, Keluar Dulu dari TNI

    Kalla mengatakan tujuan berbangsa adalah memajukan bangsa. Salah satu persoalan yang harus dihadapi adalah masalah ekonomi. Nilai tambah yang besar dalam kegiatan ekonomi selalu berhubungan dengan inovasi. "Dan inovasi selalu punya hubungan dengan teknologi. Teknologi selalu punya hubungan dengan pendidikan," ujarnya.

    Kalla mengatakan pendidikan menjadi dasar pencapaian tujuan berbangsa. Melalui pendidikan, khususnya di bidang sains dan teknologi, inovasi bisa dilakukan untuk mencapai kemajuan suatu negara. Dia mencontohkan kemajuan Singapura, negara dengan luas wilayah yang kecil dan jumlah penduduk sedikit. Ada pihak yang mengatakan negeri jiran itu maju karena merupakan negara kecil. Namun dugaan itu tak berlaku setelah India dan Cina, yang merupakan negara besar dan banyak penduduk, juga bergerak maju.

    Karena itu, Kalla menyatakan, Indonesia sebagai negara besar tak punya alasan untuk tidak maju. Sebab, kunci kemajuan bukan terletak pada besar-kecilnya negara. "Apa yang membedakan itu ternyata spirit dan teknologi," tuturnya.

    Acara Dies Natalis ketiga Itera ini dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Ketua MPR Zulkifli Hasan, dan Gubernur
    Lampung Muhammad Ridho Ficardo.

    Dalam kesempatan itu, Jusuf Kalla menerima penghargaan Itera Adi Yasa Mahatama dari Rektor Itera Ofyar Z. Tamin. Penghargaan diberikan karena Kalla dianggap memberikan banyak bimbingan dan dukungan terhadap percepatan pembangunan Itera.

    AMIRULLAH SUHADA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.