Berjalan Kaki Dua Kilometer, Jokowi Telat Menghadiri HUT TNI

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tak kurang 5.932 prajurit TNI ikut terlibat dalam geladi bersih parade dan defile HUT TNI ke-72 di Dermaga Pantai Indah Kiat, Cilegon.

    Tak kurang 5.932 prajurit TNI ikut terlibat dalam geladi bersih parade dan defile HUT TNI ke-72 di Dermaga Pantai Indah Kiat, Cilegon.

    TEMPO.CO, Cilegon - Presiden Joko Widodo terlambat menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (HUT TNI) lantaran berjalan kaki ke lokasi acara di Dermaga Indah Kiat Cilegon, Banten, Kamis, 5 Oktober 2017. Presiden berjalan kaki setelah turun dari mobil kepresidenan sejak di atas jalan layang menuju ke dermaga karena lalu lintas macet.

    Kemacetan lalu lintas terjadi mulai dari jalan alternatif Tol Jakarta-Merak. Selain rombongan kepresidenan, beberapa kendaraan pejabat pemerintah juga terkena dampak kemacetan lalu lintas.

    Baca:
    HUT TNI, Presiden Meninjau Pasukan dengan ...
    Ini Alutsista yang Dipamerkan pada Acara HUT ...

    Masyarakat yang tertarik menyaksikan atraksi dan parade peringatan HUT TNI, berkumpul dan mencoba bertemu dengan Presiden Jokowi sehingga jalanan penuh sesak. Setelah berjalan kaki sekitar dua kilometer selama sekitar 30 menit, Presiden Jokowi tiba di mimbar kehormatan Upacara Peringatan HUT Ke-72 TNI setelah 36 menit dari jadwal, pukul 08.00.

    Pejabat yang juga terlihat berjalan kaki antara lain Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Kepala Kantor Staf Kepresidenan Teten Masduki serta beberapa pejabat tinggi TNI dan Polri.

    Baca:
    JK: Kalau Ingin Berpolitik, Keluar Dulu dari TNI KontraS: Panglima TNI Terlibat Politik Akibat Sipil Lemah

    Hari ini, Presiden Jokowi pada Kamis ini masih melakukan kunjungan kerja di Provinsi Banten. Presiden juga akan meninjau pembangunan PLTU di Provinsi Banten.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.