Jokowi: Hati-hati Kepala Desa Bisa Ditangkap, Saya Tak Menakuti..

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menyapa para praktisi di bidang kopi dalam acara `Ngopi Sore Bersama Presiden` di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 1 Oktober 2017. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

    Presiden Joko Widodo menyapa para praktisi di bidang kopi dalam acara `Ngopi Sore Bersama Presiden` di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 1 Oktober 2017. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, BANTEN -Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali memperingatkan masyarakat soal pentingnya ikut mengawasi penggunaan dana desa. Menurut Presiden Joko Widodo, pengawasan warga penting untuk memastikan tidak ada yang menyelewengkan dana desa, tak terkecuali kepala desa sendiri.

    "Hati-hati kepala desanya ditangkap. Saya tidak menakut-nakuti. Saya titip hati-hati menggunakan dana ini," ujar Presiden Joko Widodo di Banten sebagaimana dikutip dari siaran pers Istana Kepresidenan, Rabu,4 Oktober 2017.


    Sebagaimana diketahui, sudah ada kasus penyelewengan dana desa sebelumnya. Agustus lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan lima tersangka terkait pengaturan dana desa di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Kelima orang tersebut adalah Bupati Pamekasan Achmad Syafii, Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan Rudi Indra Prasetya, Kepala Inspektorat Kabupaten Pamekasan Sucipto Utomo, Kepala Desa Dassok Agus Mulyadi, dan Kepala Bagian Administrasi Inspektorat Kabupaten Pamekasan Noer Solehhoddin.
     
    Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa dirinya memberikan keleluasaan dalam penggunaan dana desa bukan untuk dikhianati dengan penyelewengan. Ia berkata, kelonggaran dalam penggunaan dana desa ia berikan agar masing-masing desa bisa maksimal menggunakan dana tersebut untuk membangun infrastruktur mulai dari jalan, embung, bendungan, dan masih banyak lagi.
     

    Jika dana desa itu tidak digunakan secara maksimal, menurut Presiden Jokowi maka sia-sia ia menambah jumlah dana desa tiap tahunnya. Sebagai catatan, pada tahun 2015, anggaran untuk dana desa adalah Rp20 triliun yang kemudian ditingkatkan menjadi Rp46 triliun dan Rp60 triliun di tahun 2016 serta 2017.

    "Usahakan agar dana itu berputar saja di desa, paling besar berputar di kecamatan atau paling terpaksa lagi berputar di kabupaten. Tidak boleh tertarik lagi ke kota, ke pusat, ke Jakarta. Dana Desa ini kalau berputar terus dan setiap tahun kita tambah, pasti sejahtera" ujar Jokowi menegaskan.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.