Kalla: Mantan Kapolri Awaloedin Djamin seperti Manusia Komplet

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wapres Jusuf Kalla mewakili Indonesia menyampaikan pidato pada sesi Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB ke-72 di New York, Amerika Serikat, 21 September 2017.  Kalla menggarisbawahi tiga hal dalam upaya mencapai

    Wapres Jusuf Kalla mewakili Indonesia menyampaikan pidato pada sesi Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB ke-72 di New York, Amerika Serikat, 21 September 2017. Kalla menggarisbawahi tiga hal dalam upaya mencapai "Perdamaian dan Kehidupan yang Layak secara Berkelanjutan, bagi Semua Orang di Muka Bumi". REUTERS/Eduardo Munoz

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri perayaan ulang tahun mantan Kapolri Awaloedin Djamin yang ke-90. Kalla menyebut Awaloedin sebagai manusia komplet yang pernah melakoni berbagai jabatan.

    "Beliau ini, seperti kita lihat, manusia komplet," kata Kalla saat memberi sambutan di acara yang digelar di Hotel Dharmawangsa, Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Selasa, 26 September 2017.

    Baca juga: Wapres Jusuf Kalla: Pemerintah Ingin Pertahankan KPK

    Kalla menyebut beragam jabatan yang pernah dipegang Awaloedin. Mulai sebagai Kapolri, diplomat, akademisi, birokrat, menteri, anggota DPR, hingga bintang film. Dan yang terpenting, kata dia, beragam jabatan itu ia tinggalkan dengan meninggalkan legacy, atau manfaat yang masih diingat orang. "Semua jabatan beliau menimbulkan manfaat, legacy, prestasi yang diingat," kata Kalla.

    Awaloedin adalah Kapolri ke-8 yang menjabat pada 1978-1982. Dia lahir di Padang, Sumatera Barat, pada 26 September 1927. Dia pernah menjadi Ketua Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional pada 1998-2003, dekan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Menteri Tenaga Kerja pada 1966-1968, anggota DPR-RI/MPRS pada 1964-1971, anggota MPR 1972-1997, Ketua Tim Ahli/Penasihat Menteri Tenaga Kerja, pendiri/Ketua Harian Yayasan Tenaga Kerja Indonesia (YTKI), Ketua Lembaga Administrasi Negara Tahun 1971-1976, Duta Besar RI untuk Republik Federasi Jerman pada 1976-1978, dan lainnya.

    Jusuf Kalla juga menyebut Awaloedin sebagai bintang film, karena memiliki perawakan yang gagah sewaktu muda. "Sebagai bintang film mungkin juga nanti ada polisi minta nobar, jangan hanya nobar G30S/PKI," kata Kalla disambut tawa hadirin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.