Kasus Suap, Partai Golkar: Wali Kota Cilegon Memiliki Alibi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan memberi keterangan terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang melibatkan Wali Kota Cilegon di Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta, 23 September 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan memberi keterangan terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang melibatkan Wali Kota Cilegon di Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta, 23 September 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan akan lebih dulu menelusuri kasus dugaan suap yang menjerat Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi. Iman diduga terlibat dugaan suap perizinan pada Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Cilegon untuk pembuatan mal Transmart.

    “Kita lihat dulu kasusnya. Sebab, (dari) informasi yang kami dapat, beliau tidak operasi tangkap tangan (OTT), tapi memang tersangkut paut dengan kasus penyuapan yang dilakukan pengusaha BUMN (badan usaha milik negara),” ujarnya saat dihubungi Tempo pada Ahad, 24 September 2017.

    Baca: KPK Tetapkan Wali Kota Cilegon sebagai Tersangka

    Menurut Ace, Iman memiliki alibi, yakni dana tersebut digunakan untuk klub sepak bola Cilegon United Football Club. “Harus dalami apa betul yang bersangkutan ada bukti mengambil uang tersebut,” ucapnya.

    Selain itu, Ace menyatakan ada bukti jejak transfer aliran dana itu tidak langsung ke Iman secara pribadi. Namun, jika dalam proses peradilan Iman terbukti menerima uang, Golkar tak segan menjatuhkan sanksi bagi kadernya itu.

    Baca: Wali Kota Cilegon Diduga Terima Suap terkait Pembangunan Mal

    Golkar pun mengaku akan memberikan pendampingan hukum kepada Iman. “Kita akan secepatnya berkomunikasi dengan pihak keluarga dan Golkar,” tuturnya.

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan enam tersangka terkait dengan OTT di Cilegon, Banten, Jawa Barat. Dari enam tersangka, salah satunya Iman Ariyadi, yang diduga menerima suap. Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan uang tunai Rp 1,152 miliar. Iman sudah menjalani pemeriksaan di KPK pada Minggu dinihari, 24 September 2017. Ia juga ditahan selama 20 hari untuk kepentingan penyidikan.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.