Ini Resep Universitas Airlangga Tangani Dosen Terlibat HTI

Reporter

Rabu, 26 Juli 2017 16:51 WIB

Universitas Airlangga. unair.ac.id

TEMPO.CO, Surabaya - Rektor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Moh. Nasih, punya resep tersendiri menghadapi dosen yang terlibat Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Resep itu adalah dialog, yang telah dilakukan dengan salah satu dosen terafiliasi HTI, Selasa, 25 Juli 2017.

Profesor di bidang ilmu ekonomi itu mengatakan, seorang dosen Unair tersebut dipanggil karena namanya tertera dalam daftar pengurus HTI tingkat kota Surabaya. “Kami ajak diskusi, kami ingatkan janji dan sumpahnya,” kata Nasih dalam percakapan melalui whatsapp, Rabu, 26 Juli 2017.

Baca: Dosen Ikut HTI, Menteri: Bukan Diminta Mundur dari PNS, tapi...

Menurut Nasih, dialog dengan dosen anggota HTI itu, juga mendiskusikan banyak hal mengenai keputusan HTI di tingkat pusat, dosen Unair lain yang terlibat, hingga posisi mahasiswa yang diajarnya. “Akhirnya, dia sudah bikin pernyataan untuk mundur dari HTI,” tuturnya.

Nasih berada di Jakarta untuk menghadiri rapat membahas HTI di kampus bersama Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M. Nasir. Semula dalam rapat evaluasi kinerja itu, akan diumumkan nama-nama dosen yang terlibat HTI. Namun pengumuman itu dibatalkan karena, menurut Nasir, itu adalah wewenang rektor.

“Suasananya santai dan biasa saja. Tidak ada daftarnya. Mungkin belum, karena kan harus hati-hati,” kata Nasih tentang pertemuan rektor dengan Mendikti itu.

Nasih mengungkapkan pihaknya akan mengambil tindakan sesuai mekanisme dan aturan pembinaan aparatur sipil negara (ASN) yang telah berlaku. Jika ada yang melanggar, kata dia, mereka akan diingatkan kembali soal janji dan sumpahnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Diproses sesuai dengan ketentuan pembinaan aparatur yang berlaku. Bukan hanya HTI, tapi juga pelanggaran yang lain.”

Unair, kata Nasih, akan memberikan opsi bagi dosen yang dinilai melanggar janji PNS, di antaranya menolak Pancasila dan tidak mengakui NKRI.

Unair, kata Nasih, akan mengikuti arahan dari Menristekdikti soal keterlibatan akademisi perguruan tinggi dalam ormas yang dibubarkan pascapenerbitan Perpu Ormas. Namun ia mengatakan tak bisa gegabah menindak dosen di Unair meskipun kelak kementerian mengeluarkan daftar nama.

“Nah itu yang sulit, karena kami tidak punya bukti yang cukup. Kalau ada buktinya kami akan klarifikasi. Tapi kami tidak bisa menuduh sembarang orang, takutnya nanti (ibarat) orang hanya ikut-ikutan kita panggil,” katanya.

Sebelumnya, Kemenristekdikti menyatakan akan segera mengungkap jumlah dosen terafiliasi HTI yang bekerja di perguruan tinggi negeri Indonesia. Pengajar yang terafiliasi HTI, kata Menristekdikti, akan diberikan peringatan sebanyak tiga kali. Apabila penerima peringatan tak berubah juga pada peringatan ketiga, maka pengajar yang tergolong pegawai negeri itu akan diminta untuk mengundurkan diri.
ARTIKA RACHMI FARMITA

Berita terkait

Enam Orang Aksi Depan Mabes Polri Minta Listyo Sigit Evaluasi Dirintelkam Polda Metro Jaya dan Kasat Intel Polres Jaktim soal Izin Metamorfoshow di TMII

55 hari lalu

Enam Orang Aksi Depan Mabes Polri Minta Listyo Sigit Evaluasi Dirintelkam Polda Metro Jaya dan Kasat Intel Polres Jaktim soal Izin Metamorfoshow di TMII

Enam orang itu meminta Kapolri usut izin acara Metamorfoshow di TMII yang diduga bagian dari HTI.

Baca Selengkapnya

Diduga Acara Eks HTI, Polisi Periksa Penyelenggara dan Manajemen TMII

23 Februari 2024

Diduga Acara Eks HTI, Polisi Periksa Penyelenggara dan Manajemen TMII

Nicolas menjelaskan penyelenggara acara itu telah meminta izin keramaian kepada Polsek Cipayung terkait kegiatan peringatan Isra Miraj di TMII.

Baca Selengkapnya

Peringati 1 Abad Kelahiran, NU Tegaskan Sikap Ideologi, Tolak Negara Khilafah

8 Februari 2023

Peringati 1 Abad Kelahiran, NU Tegaskan Sikap Ideologi, Tolak Negara Khilafah

Sekali lagi NU menyatakan menolak tegas ideologi negara khilafah. Sikap ideologi NU ini merupakan hasil dari Muktamar Internasional Fikih Peradaban.

Baca Selengkapnya

Siti Elina, Perempuan Penerobos Istana Tak Kooperatif Saat Diperiksa Densus 88

28 Oktober 2022

Siti Elina, Perempuan Penerobos Istana Tak Kooperatif Saat Diperiksa Densus 88

Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Densus 88 masih mendalami hubungan Siti Elina dengan jaringan kelompok radikal Islam HTI dan NII.

Baca Selengkapnya

Dicurigai Terhubung Kelompok Teroris, Siti Elina Mengikuti Akun Medsos Eks HTI dan NII

26 Oktober 2022

Dicurigai Terhubung Kelompok Teroris, Siti Elina Mengikuti Akun Medsos Eks HTI dan NII

Polisi akan mendalami hubungan Siti Elina dengan kelompok teroris setelah perempuan itu hendak menerobos Istana. Mengikut akun medsos eks HTI.

Baca Selengkapnya

Face Recognition untuk Selidiki Penodong Paspampres yang Disebut Anggota HTI & Gagal Ginjal Akut Jadi Top 3 Metro

26 Oktober 2022

Face Recognition untuk Selidiki Penodong Paspampres yang Disebut Anggota HTI & Gagal Ginjal Akut Jadi Top 3 Metro

Polda Metro Jaya gunakan face recognition untuk selidiki penodong Paspampres yang disebut anggota HTI & gagal ginjal akut Jadi Top 3 Metro.

Baca Selengkapnya

Ini Kronologi Perempuan Todongkan Pistol ke Paspampres di Istana Merdeka

25 Oktober 2022

Ini Kronologi Perempuan Todongkan Pistol ke Paspampres di Istana Merdeka

Perempuan Todongkan Pistol ke Paspampres dipastikan belum terobos Istana Merdeka.

Baca Selengkapnya

Perempuan Todongkan Pistol ke Paspampres, BNPT: Anggota HTI

25 Oktober 2022

Perempuan Todongkan Pistol ke Paspampres, BNPT: Anggota HTI

BNPT menyatakan peristiwa perempuan todongkan pistol ke paspampres di Istana Negara pagi tadi dilakukan oleh anggota HTI.

Baca Selengkapnya

Pakar Prediksi Anies Baswedan Bisa Kena Kampanye Hitam di Pilpres 2024

26 Juni 2022

Pakar Prediksi Anies Baswedan Bisa Kena Kampanye Hitam di Pilpres 2024

Reza Hariyadi menduga ada pihak yang hendak menyeret Anies Baswedan ke dalam politik identitas dengan melakukan pola-pola stigmatisasi dan framing

Baca Selengkapnya

Majelis Sang Presiden Dukung Anies Baswedan, Bala Anies: Kelompok Relawan Palsu

13 Juni 2022

Majelis Sang Presiden Dukung Anies Baswedan, Bala Anies: Kelompok Relawan Palsu

Bala Anies menilai ada upaya untuk menjatuhkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Baca Selengkapnya