Teror di Polda Sumut, IPW: Polisi Ceroboh Menjaga Markasnya

Reporter

Selasa, 27 Juni 2017 10:37 WIB

Neta S. Pane. Dok.TEMPO/Seto Wardhana

TEMPO.CO, Jakarta -Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menilai jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Utara lambat dan ceroboh dalam melindungi markasnya sehingga terjadi aksi teror di Polda Sumut. Dia mengatakan berdasarkan informasi yang diterima, setelah pulang dari Suriah, pelaku teror terlihat memasang logo ISIS di rumahnya. “Warga dan polmas setempat sudah melaporkannya ke polsek, tapi tidak ada tindakan atau antisipasi yang dilakukan polsek,” ujar Neta dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 27 Juni 2017.

Teror di Polda Sumut terjadi pada Ahad 25 Juni 2017 dini hari. Dua orang menyerang Pos Jaga III Markas Polda Sumut. Anggota Pelayanan Markas Polda Sumut Ajun Inspektur Satu Martua Sigalingging tewas ditikam dua orang yang diduga kelompok teroris tersebut. Martua saat itu tengah piket jaga pos bersama rekannya Brigadir E. Ginting. Namun karena dalam kondisi sakit, Martua minta izin untuk beristirahat di dalam pos.

Baca juga:
Serang Anggota Polda Sumut, Pelaku Teriak Allahu Akbar

Neta menuturkan rendahnya respons jajaran kepolisian terlihat juga saat kedua pelaku masuk ke lingkungan Polda Sumut. Ia mempertanyakan kenapa pelaku bisa dengan mudah masuk ke markas Polda Sumut. Apalagi diduga pelaku masuk dengan memanjat pagar. Selain itu ia mempersoalkan ketersediaan kamera cctv di lingkungan Polda Sumut. “Apakah para polisi yang berjaga di pos penjagaan itu sedang dalam keadaan tidur,” kata dia.

Menurut Neta, serangan di markas Polda Sumut patut menjadi pelajaran berharga bagi kepolisian untuk mengevaluasi semua sistem keamanan seluruh kantor di Indonesia. Misalnya ketersediaan kamera cctv, kondisi petugas yang tengah piket, serta ada tidaknya patroli untuk penjagaan markas. Jika terhadap markasnya saja tidak disiplin, ujar dia, bagaimana polisi bisa diharapkan disiplin berpatroli untuk menjaga keamanan masyarakat.

Baca pula:
Teror Polda Sumut, Polisi Tetapkan 3 Tersangka

Neta juga menanyakan pernahkah para kepala kepolisian daerah menyidak pada tengah malam ke pos-pos penjagaan kepolisian. “Jika para pemimpin tidka peduli, bagaimana jajaran bawah mau peduli,” ujar dia.

Menurut Neta, jajaran kepolisian harus memahami betul bahwa Sumatera Utara merupakan salah satu basis radikalisme di Indonesia. Sejarah menunjukkan gerakan radikal yang ekstrim sudah berkembang sejak lama di wilayah itu. Ia mengatakan pada 1970-an kelompok radikal juga pernah menebar teror. Sejumlah rumah ibadah, hotel, dan gedung bioskop di Sumatera Utara diledakkan dengan bom.

Artinya, jajaran Polda Sumut tidak boleh lengah terhadap aksi, semacam teror di Poda Sumut ini. Apalagi dengan serangan yang hanya menggunakan pisau dapur hingga menewaskan satu anggota. “Tidak hanya memprihatinkan, tapi juga sangat memalukan Polri,” kata Neta.

DANANG FIRMANTO

Berita terkait

Diselamatkan, Penyu Belimbing Raksasa Terjerat Jaring Nelayan di Kupang

29 Juli 2020

Diselamatkan, Penyu Belimbing Raksasa Terjerat Jaring Nelayan di Kupang

Penyu belimbing yang terjerat itu berukuran raksasa. Masyarakat setempat dipuji.

Baca Selengkapnya

Polda Sumut Usut Kasus Korupsi Dana Bansos Covid-19

21 Mei 2020

Polda Sumut Usut Kasus Korupsi Dana Bansos Covid-19

Tim penyidik Polda Sumut juga telah meminta keterangan sejumlah saksi kasus penyelewengan dana bansos dan BLT Covid-19..

Baca Selengkapnya

Kapolda Sumut: Tersangka Bom Medan Bertambah Menjadi 23 orang

18 November 2019

Kapolda Sumut: Tersangka Bom Medan Bertambah Menjadi 23 orang

Dari lima tersangka bom Medan, Densus 88 Antiteror dan Polda Sumatera Utara menyita senjata rakitan, senapan angin, panah dan senjata tajam.

Baca Selengkapnya

KPK Selidiki Dana Istri Bupati Pakpak Bharat, Polda: Urusan Mabes

20 November 2018

KPK Selidiki Dana Istri Bupati Pakpak Bharat, Polda: Urusan Mabes

KPK akan selidiki dugaan adanya dana Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu, kepada Polda Sumatera Utara dalam perkara korupsi istri bupati itu.

Baca Selengkapnya

Teror Kepala Babi di Medan Bermotif Utang Piutang

22 September 2017

Teror Kepala Babi di Medan Bermotif Utang Piutang

Polisi, kata Kapolda, belum menemukan motif SARA dalam kasus tersebut.

Baca Selengkapnya

Tersangka Penghina Jokowi di Medan Terancam 8 Tahun Bui

22 Agustus 2017

Tersangka Penghina Jokowi di Medan Terancam 8 Tahun Bui

Kapolresta Medan Kombes Sandi Nugroho mengatakan tersangka penghinaan terhadap Jokowi dan Kapolri Tito Karnavian, MFB, terancam hukuman 8 tahun penjara.

Baca Selengkapnya

Tersangka Penghina Kapolri dan Presiden Jokowi Ditangkap di Medan

21 Agustus 2017

Tersangka Penghina Kapolri dan Presiden Jokowi Ditangkap di Medan

Aparat Polrestabes Medan menangkap remaja 18 tahun berinisial MFB karena menghina Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Presiden Jokowi di Facebook.

Baca Selengkapnya

Sebut Penyerangan di Polda Sumut Bermotif Utang, Pria Ini Diciduk

3 Juli 2017

Sebut Penyerangan di Polda Sumut Bermotif Utang, Pria Ini Diciduk

Surya Hardyanto ditangkap polisi karena menulis di status Facebook bahwa penyerangan di Polda Sumut tidak sesuai fakta.

Baca Selengkapnya

Polri Beberkan Peran 4 Terduga Pelaku Teror di Polda Sumut

1 Juli 2017

Polri Beberkan Peran 4 Terduga Pelaku Teror di Polda Sumut

Empat pelaku teror di Kepolisian Daerah Sumatera Utara, menurut Kepala Biro Penerangan Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Republik Indonesia Brigadir Jenderal Rikwanto, memiliki peran masing-masing.

Baca Selengkapnya

Pimpinan Teror di Polda Sumut Pernah Pinjam Uang untuk ke Suriah

30 Juni 2017

Pimpinan Teror di Polda Sumut Pernah Pinjam Uang untuk ke Suriah

Pimpinan teror di Polda Sumut pernah meminjam uang di salah satu bank swasta untuk keberangkatannya ke Suriah pada 2013 sebesar Rp 20 Juta.

Baca Selengkapnya