NU Kaji Tax Amnesty dan Panama Papers Menurut Islam  

Reporter

Editor

Elik Susanto

Rabu, 27 April 2016 17:20 WIB

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj, menyampaikan pesan moral kebangsaan dan catatan akhir tahun dengan tema anak ayam tak boleh kehilangan induknya, di Gedung PBNU, Jakarta, 24 Desember 2015. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Tax Amnesty dan beredarnya bocoran dokumen Panama Papers mengusik Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj mengatakan lembaganya akan membahas dua persoalan tersebut dalam forum Bahtsul Masail.

Dalam forum ini akan dikaji bagaimana sudut pandang hukum Islam terhadap pengampunan pajak dan keberadaan perusahaan cangkang di luar negeri. "Tadi bicara tax amnesty dan Panama Papers dengan Wapres," kata Said Aqil setelah bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantornya, Rabu, 27 April 2016.

Bahtsul Masail adalah forum yang membahas persoalan publik untuk mencarikan solusi sehingga memberi faedah bagi masyarakat. Perdebatannya dilakukan berdasarkan rujukan kitab-kitab hukum Islam.

Said Aqil, didampingi sejumlah pengurus NU, salah satunya Helmy Faishal Zaini, juga membicarakan rencana pertemuan International Summit of Moderate Islamic Leaders (ISOMIL) di Jakarta pada 9-10 Mei mendatang.

Menurut Said Aqil, para kiai NU akan berkontribusi atas dua masalah yang kini ramai dibicarakan publik itu. "Ulama akan membahasnya di forum Bahtsul Masail, bagaimana hukum tax amnesty, bagaimana hukum bocoran dokumen Panama Papers," kata Said Aqil.

Said Aqil mengatakan Kalla berpesan untuk berhati-hati membahas tax amnesty dan Panama Papers. "Jangan menggeneralisasi. Perusahaan (di Panama Papers) ada yang benar secara legal, ada yang melanggar undang-undang. Tidak semua jelek, tidak semua berlaku kriminal," kata Kalla, seperti ditirukan Said Aqil.

Menirukan pesan Kalla, Said melanjutkan, ada orang yang membuka perusahaan di luar negeri dengan tujuan baik. Tujuannya untuk memasukkan dana ke Indonesia. Namun ada pula orang yang mendirikan perusahaan di luar negeri dengan niat jahat.

Rancangan Undang-Undang Tax Amnesty saat ini sedang dalam tahap pembahasan antara DPR dan pemerintah. RUU ini diusulkan pemerintah untuk memberi pengampunan pajak bagi warga Indonesia yang menyimpan dananya di luar negeri. Tujuannya agar ada peningkatan penerimaan pajak setelah dana tersebut masuk ke dalam negeri.

Ketua Komisi Keuangan DPR Ahmadi Noor Supit menargetkan RUU Tax Amnesty bisa rampung akhir Mei mendatang. "Waktunya sih saya kira akan terkejar. Kalau itu misalnya harus selesai sebelum APBNP, Mei mudah-mudahan bisa selesai. Akhir Mei-lah, mungkin," kata Ahmadi setelah bertemu dengan Kalla, Rabu pekan lalu.

Pemerintah menghormati proses pembahasan RUU Tax Amnesty yang kini sedang berlangsung. "Biar mekanisme DPR berjalan. Kami hormati mekanisme DPR," kata Kalla setelah bertemu dengan Ahmadi serta Ketua DPR Ade Komarudin.

AMIRULLAH

Berita terkait

Persidangan Panama Papers Dimulai Delapan Tahun setelah Skandal Pajak Terungkap

25 hari lalu

Persidangan Panama Papers Dimulai Delapan Tahun setelah Skandal Pajak Terungkap

Sekitar 27 orang akan diadili pada Senin 8 April 2024 atas tuduhan pencucian uang sehubungan dengan skandal penghindaran pajak Panama Papers.

Baca Selengkapnya

KPK Malaysia Perintahkan Putra Mahathir Mohamad Laporkan Asetnya

19 Januari 2024

KPK Malaysia Perintahkan Putra Mahathir Mohamad Laporkan Asetnya

Pengusaha Mirzan Mahathir, putra mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, diperiksa KPK Malaysia terkait laporan Pandora dan Panama Papers

Baca Selengkapnya

Alasan PKS Tak Hadir Saat Kunjungan Kiai Said Aqil Siradj di NasDem Tower

10 Januari 2024

Alasan PKS Tak Hadir Saat Kunjungan Kiai Said Aqil Siradj di NasDem Tower

"Enggak ada apa-apa, mungkin lagi pada di luar atau apa gitu kebetulan aja," kata Sekjen PKS.

Baca Selengkapnya

Mengapa PKS Absen dalam Pertemuan dengan Said Aqil di Nasdem Tower?

10 Januari 2024

Mengapa PKS Absen dalam Pertemuan dengan Said Aqil di Nasdem Tower?

Kedatangan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj di Nasdem Tower disambut elite Nasdem dan PKB. Menaruh simpati ke pasangan AMIN.

Baca Selengkapnya

Soal Dukungan kepada Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, Said Aqil Anggap Dirinya Semut

9 Januari 2024

Soal Dukungan kepada Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, Said Aqil Anggap Dirinya Semut

Said Aqil Siradj menganggap dirinya sebagai semut dalam perjuangan memenangkan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.

Baca Selengkapnya

Eks Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj, Bertandang ke Kantor Nasdem

9 Januari 2024

Eks Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj, Bertandang ke Kantor Nasdem

Eks Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj bertemu dengan elit NasDem dan PKB.

Baca Selengkapnya

Said Aqil Doakan Mahfud Md Jadi Wakil Presiden 2024

3 Desember 2023

Said Aqil Doakan Mahfud Md Jadi Wakil Presiden 2024

Mantan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj mendoakan Mahfud Md bisa menjadi wakil presiden di 2024. Said menyebut Mahfud adalah sahabatnya di Madura.

Baca Selengkapnya

Soal Peluang Said Aqil Siradj Jadi Ketua Tim Pemenangan Anies-Cak Imin, NasDem: Kita Lihat Nanti

23 Oktober 2023

Soal Peluang Said Aqil Siradj Jadi Ketua Tim Pemenangan Anies-Cak Imin, NasDem: Kita Lihat Nanti

Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya menanggapi soal peluang mantan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj jadi tim pemenangan Anies Baswedan.

Baca Selengkapnya

Sekretaris LPOI Bantah Said Aqil Siradj Jadi Ketua Tim Pemenangan Nasional Pilpres 2024

28 September 2023

Sekretaris LPOI Bantah Said Aqil Siradj Jadi Ketua Tim Pemenangan Nasional Pilpres 2024

Menurut Imam, sosok Said Aqil Siradj adalah pemimpin bangsa. Said Aqil, kata Imam, bukan kelas kapten pemenangan.

Baca Selengkapnya

Peter F Gontha Bongkar Alasan Surya Paloh Pilih Muhaimin Iskandar jadi pendamping Anies Baswedan

7 September 2023

Peter F Gontha Bongkar Alasan Surya Paloh Pilih Muhaimin Iskandar jadi pendamping Anies Baswedan

Surya Paloh sudah lama melihat potensi kelompok nasionalis tradisional religius yang direpresentasi kaum santri dari lingkungan NU.

Baca Selengkapnya