Saat Islah, Peradi dan KAI Malah Baku Hantam

Reporter

Editor

Kamis, 24 Juni 2010 13:17 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta -Dua organisasi advokat, Perhimpunan Advokat Indonesia dan Kongres Advokat Indonesia yang berseteru, Kamis (24/6) siang ini harusnya meneken kesepakatan damai alias islah di Gedung Mahkamah Agung. Namun sebelum penandatanganan, justru kericuhan yang terjadi. "Kami sepakat advokat bersatu, tapi jangan macam-macam!" teriak Presiden KAI Indra Sahnun di ruang Kusumah Atmadja Mahkamah Agung, Kamis (24/6).

Rekannya, Ketua DPD KAI Sulawesi Utara John Sada menyahut, "Kita sepakat tapi jangan didikte, jangan begitulah!"

KAI protes karena kesepakatan yang bakal ditandatangani hari ini ternyata berbeda dibanding yang dirumuskan pada 16 April lalu. Menurut John, dalam naskah hari ini seolah-olah KAI melebur ke dalam Peradi. Padahal sebelumnya disepakati KAI dan Peradi bakal membentuk wadah tunggal bagi pengacara dengan melaksanakan Musyawarah Nasional Bersama Advokat Indonesia selambat-lambatnya tahun 2012.

Naskah kesepakatan akhirnya kini telah ditandatangani, meski isinya tak dibacakan terlebih dahulu. Tidak dibacakannya naskah tersebut menuai protes lagi dari sejumlah advokat.
"Harusnya dibaca dulu!" teriak salah seorang pengacara. Ketua Umum Peradi Otto Hasibuan sejauh ini belum memberikan komentarnya.

BUNGA MANGGIASIH | ARIE FIRDAUS

Berita terkait

Hakim Agung Gayus Lumbuun Sebut Ada Tsunami di Dunia Peradilan  

9 September 2017

Hakim Agung Gayus Lumbuun Sebut Ada Tsunami di Dunia Peradilan  

Gayus Lumbuun meminta Presiden Joko Widodo memimpin langsung pembenahan aparatur peradilan dari tingkat pengadilan negeri hingga MA.

Baca Selengkapnya

Hamdan Zoelva: Peradilan Jessica Warnai Hukum 2016

10 Januari 2017

Hamdan Zoelva: Peradilan Jessica Warnai Hukum 2016

Hal terpenting adalah bagaimana membangun integritas hakim dan aparat pengadilan serta menjamin independensinya dalam memutus perkara.

Baca Selengkapnya

Tokoh Agama Diminta Bantu Kampanye Peradilan yang Bersih

18 November 2015

Tokoh Agama Diminta Bantu Kampanye Peradilan yang Bersih

Komisi Yudisial Wilayah Jawa Timur melibatkan para tokoh lintas agama dalam kampanye Peradilan Bersih dan Berintegritas.

Baca Selengkapnya

Kacamata Kuda versus Teropong Lebar

17 Februari 2015

Kacamata Kuda versus Teropong Lebar

Apa warna hukum? Bisa merah, kuning, hijau, atau lainnya. Maksudnya, kinerja hakim dalam penegakan hukum bisa colorful. Publik di Indonesia saat ini tegang menunggu beleid dan vonis dari pemegang kekuasaan formal, yakni eksekutif dan yudikatif, dalam kasus calon Kepala Polri.

Baca Selengkapnya

Uskup Agung: Cara Interogasi Peradilan Belum Maju

26 Desember 2014

Uskup Agung: Cara Interogasi Peradilan Belum Maju

Suharyo menjelaskan banyak orang tak bersalah terpaksa menjalani hukuman.

Baca Selengkapnya

SBY Minta MK Pulihkan Kewibawaan  

15 November 2013

SBY Minta MK Pulihkan Kewibawaan  

SBY telah memberi arahan kepada Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan mengenai penanganan para pelaku tindakan anarkis di ruang sidang.

Baca Selengkapnya

Din Syamsuddin Yakin Hamdan Punya Integritas

3 November 2013

Din Syamsuddin Yakin Hamdan Punya Integritas

Din optimistis Hamdan bisa menjadi hakim dan muslim yang menyadari ada 'ahkamul hakimin' di atasnya.

Baca Selengkapnya

Mencuri Rumput Dituntut 1 Tahun Penjara

14 September 2012

Mencuri Rumput Dituntut 1 Tahun Penjara

Hanya karena mengambil rumput, Ibrahim dituntut 1 tahun penjara.

Baca Selengkapnya

Jaksa-Hakim Diusulkan dari Universitas Terkemuka  

25 November 2011

Jaksa-Hakim Diusulkan dari Universitas Terkemuka  

"Jangan nanti yang masuk ke kejaksaan dan peradilan adalah lulusan dari universitas yang ecek-ecek.

Baca Selengkapnya

Terlibat Percaloan, MA Pecat Hakim Ardiansyah  

15 November 2010

Terlibat Percaloan, MA Pecat Hakim Ardiansyah  

Mahkamah Agung memberhentikan dengan tidak hormat kepada Ardiansyah Ferniahgus Djafar, seorang hakim di Pengadilan Negeri Bitung, Sulawesi Utara. Ardiansyah dinilai terlibat kasus penipuan seleksi calon hakim tahun 2009.

Baca Selengkapnya