Polisi Sita Tujuh Truk Kayu

Reporter

Editor

Jumat, 26 Februari 2010 19:54 WIB

TEMPO Interaktif, Medan -Kepolisian Daerah Sumatera Utara menyita tujuh truk bermuatan kayu, milik PT Sumatera Riang Lestari dan PT Sumatera Silva Lestari. Keduanya adalah mitra PT Riau Andalan Pulp and Paper.

Ketujuh truk diamankan dari Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara. Direktur Reserse dan Kriminal Kepolisian Daerah Sumatera Utara Komisaris Besar Agus Andrianto mengatakan, truk ditangkap saat sedang diperiksa di Kabupaten Palas. "Berdasarkan hasil pemeriksaan, mereka ternyata memiliki izin hutan tanaman industri," kata Agus kemarin.

Polisi akhirnya menyerahkan truk kayu kepada Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara. "Sudah diserahkan ke Dinas Kehutanan, mereka yang mengetahui benar tidak kayu itu diambil dari hutan tanaman industri," katanya.

Kepala Dinas Kehutanan, James Budiman Siringoringo mengatakan, kedua perusahaan memiliki izin hutan tanaman industri yang dikeluarkan Menteri Kehutanan. "Area HTI meliputi Provinsi Jambi, Riau dan Palas (Sumatera Utara)," kata James.

Untuk di Kabupaten Palas, seluruh area hutan tanaman industri berada di register 40 Padang Lawas. James mengakui, masyarakat Palas beberapa waktu lalu melakukan pemeriksaan terhadap truk bermuatan kayu.

Departemen Kehutanan, dalam waktu dekat akan turun ke Padang Lawas. "Karena di Register 40 Padang Lawas, ada 26 perusahaan ilegal," ujarnya.

SOETANA MONANG HASIBUAN

Berita terkait

Mengenal Jagawana, Petugas yang Selalu Siaga Saat Musim Kebakaran Gunung

28 September 2023

Mengenal Jagawana, Petugas yang Selalu Siaga Saat Musim Kebakaran Gunung

Jagawana dikenal sebagai penjaga hutan yang siap siaga termasuk saat terjadi kebakaran gunung.

Baca Selengkapnya

Mengenal Guardian, Kecerdasan Buatan Pendeteksi Penebangan Liar dengan Suara

23 Desember 2021

Mengenal Guardian, Kecerdasan Buatan Pendeteksi Penebangan Liar dengan Suara

Teknologi kecerdasan buatan ini akan memilah berbagai jenis suara, seperti suara kendaraan, suara penebangan, dan suara tembakan.

Baca Selengkapnya

Polisi Bekuk Cukong Perambahan Liar Biosfer Giam Siak Kecil

19 Maret 2017

Polisi Bekuk Cukong Perambahan Liar Biosfer Giam Siak Kecil

Dalam operasi penangkapan itu polisi menemukan
barang bukti berupa kayu olahan jenis bintangur sebanyak 10 ton.

Baca Selengkapnya

Petugas KLHK Tangkap 2 Terduga Perambah Hutan di Pelalawan  

14 Januari 2017

Petugas KLHK Tangkap 2 Terduga Perambah Hutan di Pelalawan  

Dua terduga pelaku perambah hutan beserta satu unit ekskavator ditangkap petugas KLHK di kawasan hutan Kepungan Sialang Keputihan, Pelalawan, Riau.

Baca Selengkapnya

Sita Ekskavator di Pelalawan, Petugas KLHK Dihadang Massa  

14 Januari 2017

Sita Ekskavator di Pelalawan, Petugas KLHK Dihadang Massa  

Puluhan orang tak dikenal berusaha menghadang petugas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan saat melakukan penangkapan dan penyitaan ekskavator.

Baca Selengkapnya

Untung Ketahuan, 20 Truk Ini Angkut Kayu Penebangan Liar

12 Juni 2016

Untung Ketahuan, 20 Truk Ini Angkut Kayu Penebangan Liar

Sopir truk yang mengangkut kayu hasil penebangan liar telanjur kabur.

Baca Selengkapnya

Gerebek Penebang Liar, Bupati Belu Sita 5 Kubik Kayu Jati  

9 Juni 2016

Gerebek Penebang Liar, Bupati Belu Sita 5 Kubik Kayu Jati  

Hutan yang dirambah penebang liar di Kabupaten Belu berada di perbatasan Timor Leste.

Baca Selengkapnya

Ketua DPRD Ini Kepergok Angkut Kayu Illegal

4 Mei 2014

Ketua DPRD Ini Kepergok Angkut Kayu Illegal

Ketua DPRD Dharmasraya Rudi Hartono membawa 20 kubik kayu hasil illegal logging.

Baca Selengkapnya

Ketua DPRD di Sumbar Tersangka Illegal Logging  

3 Mei 2014

Ketua DPRD di Sumbar Tersangka Illegal Logging  

Ketua DPRD Dharmasraya Sumatera Barat diduga sebagai pemilik dan ikut membawa 20 kubik kayu tanpa dokumen.

Baca Selengkapnya

LBH Yogya Minta 17 Petani Cilacap Dilepaskan  

9 Januari 2014

LBH Yogya Minta 17 Petani Cilacap Dilepaskan  

Sebanyak 17 petani dijadikan tersangka penebang pohon jati di lahan yang diklaim milik Perhutani KPH Banyumas Barat.

Baca Selengkapnya