Kilas Balik Peristiwa 21 Mei 1998: Lengsernya Soeharto dan Awal Reformasi

Reporter

Tempo.co

Minggu, 22 Mei 2022 06:31 WIB

Suasana kegembiraan meliputi kalangan mahasiswa di depan pesawat televisi di gedung MPR/DPR RI ketika Presiden Soeharto menyatakan berhenti sebagai presiden RI, di Jakarta, Kamis, 21 Mei 1988. Wapres BJ Habibie selanjutnya menjadi presiden ketiga RI. ANTARA/Saptono

TEMPO.CO, Jakarta - Pada 21 Mei 1998 atau 24 tahun lalu, merupakan momen penting bagi sejarah bangsa Indonesia. Saat itu Soeharto mengumumkan berhenti dari jabatan Presiden Republik Indonesia setelah 32 tahun berkuasa. Turunnya Presiden Soeharto pada peristiwa 21 Mei merupakan tonggak awal Indonesia memasuki era reformasi.

Pengumuman mundurnya Presiden Soeharto disampaikan di Istana Merdeka Jakarta pada pukul 09.00. Dikutip dari kepustakaan-presiden.perpusnas.go.id, selain itu, ditanggal yang sama, B.J. Habibie pun dilantik sebagai presiden ke-3 Indonesia melalui pengambilan sumpah jabatan.

Kabar pengunduran diri Soeharto pada 21 Mei 1998 sejatinya tidak terlalu mengejutkan. Sebab, di hari sebelumnya, sudah tersiar kabar mengenai pengunduran diri Presiden Soeharto. Selain itu, serangkaian peristiwa penyampaian tuntutan akan reformasi telah digaungkan sejak awal 1997.

Di tahun itu, krisis ekonomi melanda Indonesia ditandai dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) yang mencapai Rp15.000/dollar. Kondisi itu diperparah dengan harga-harga yang melambung tinggi, hutang luar negeri mencapai Rp163 miliar USD, pengangguran dan kemiskinan yang meningkat, dan pertumbuhan ekonomi minus 20 persen – 30 persen. Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN) di kalangan para pejabat pemerintahan semakin memperparah krisis saai itu.

Dikutip dari sumber.belajar.kemdikbud.go.id, kepercayaan masyarakat kepada pemerintah pun makin menurun. Situasi ini memicu ribuan mahasiswa turun ke jalan untuk berdemonstrasi. Ada empat tuntutan yang diajukan, yakni Pemerintah harus segera mengatasi krisis ekonomi, menuntut dilaksanakannya reformasi di segala bidang, menuntut dilaksanakannya sidang istimewa MPR, dan meminta pertanggungjawaban presiden.

Advertising
Advertising

Tuntutan semakin melebar ke arah pergantian kepemimpinan nasional. Hal ini bermula dari pemilhan umum (pemilu) 1997 dengan Golkar sebagai partai pemenang. Saat itu, Soeharto menyatakan bersedia untuk dipilih kembali sebagai presiden. Sontak, keputusan itu melahirkan berbagai penolakan dari berbagai kalangan.

Puncaknya adalah aksi demonstrasi yang berlangsung pada 12 Mei 1998. Aksi ini menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti karena tindak kekerasan yang dilakukan aparat keamanan. Keempat mahasiswa itu tewas karena tembakan peluru saat tengah berdemonstrasi. Sehari kemudian, pada 13-15 Mei 1998, terjadi kerusuhan bernuansa rasial di Jakarta dan sejumlah kota besar.

NAOMY A. NUGRAHENI

Baca: 24 Tahun Tragedi Trisakti Alumni Momen Tepat Gugah Lagi Semangat Reformasi

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.

Berita terkait

Tutut-Titiek Minta Maaf jika Ada Kesalahan Soeharto saat Memimpin

1 jam lalu

Tutut-Titiek Minta Maaf jika Ada Kesalahan Soeharto saat Memimpin

Tutut dan Titiek Soeharto mengatakan bahwa tak ada manusia yang sempurna dan selalu benar. Mereka juga meminta maaf atas kesalahan Soeharto.

Baca Selengkapnya

MPR Beri Penjelasan Penghapusan Nama Soeharto dari TAP MPR soal KKN

1 jam lalu

MPR Beri Penjelasan Penghapusan Nama Soeharto dari TAP MPR soal KKN

Plt Sekjen MPR Siti Fauziah menjelaskan alasan penghapusan nama Mantan Presiden Soeharto dari TAP XI/MPR/1998 soal KKN

Baca Selengkapnya

Ketua MPR Bambang Soesatyo Sebut Soeharto Layak Dapat Gelar Pahlawan Nasional

6 jam lalu

Ketua MPR Bambang Soesatyo Sebut Soeharto Layak Dapat Gelar Pahlawan Nasional

Dia mengatakan, jasa dan pengabdian Soeharto besar terhadap bangsa Indonesia.

Baca Selengkapnya

Ketua MPR Serahkan Surat Penghapusan Nama Soeharto dari TAP MPR ke Keluarga

6 jam lalu

Ketua MPR Serahkan Surat Penghapusan Nama Soeharto dari TAP MPR ke Keluarga

Sebelumnya, penghapusan nama Presiden Soeharto dari TAP XI/MPR/1998 disepakati pada Rabu, 25 September 2024.

Baca Selengkapnya

Amnesty Kritik Ide Penyematan Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto

7 jam lalu

Amnesty Kritik Ide Penyematan Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto

Usman mengingatkan kejahatan lingkungan, korupsi, dan pelanggaran HAM selama era Soeharto belum selesai dipertanggungjawabkan negara hingga kini.

Baca Selengkapnya

KPK dan Kemenpan RB Teken MoU Perkuat Pencegahan Korupsi

9 jam lalu

KPK dan Kemenpan RB Teken MoU Perkuat Pencegahan Korupsi

KPK dan Kemenpan RB resmi menandatangani nota kesepahaman dalam upaya pencegahan korupsi pada penyelenggaraan pemerintahan.

Baca Selengkapnya

Pimpinan Akui Kinerja KPK Terjun Bebas, IM57+ Institute: Memang Terbukti

10 jam lalu

Pimpinan Akui Kinerja KPK Terjun Bebas, IM57+ Institute: Memang Terbukti

Ketua IM57+ Institute Praswad Nugraha merespons sikap dua pimpinan KPK, Nawawi Pomolango dan Alexander Marwata yang mengakui kegagalan KPK

Baca Selengkapnya

Korupsi IUP di Kalimantan Timur, Pakar Hukum: Jadi Barang Dagangan Para Pemangku Kewenangan

10 jam lalu

Korupsi IUP di Kalimantan Timur, Pakar Hukum: Jadi Barang Dagangan Para Pemangku Kewenangan

Awang Faroek Ishak ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi penerimaan hadiah atau janji dalam pengurusan Izin Usaha Pertambangan (IUP)

Baca Selengkapnya

Diskriminasi Terhadap Warga Papua jadi Isu Advokasi Paling Berisiko Mendapatkan Ancaman

14 jam lalu

Diskriminasi Terhadap Warga Papua jadi Isu Advokasi Paling Berisiko Mendapatkan Ancaman

Ada 2.652 korban dari diskriminasi terhadap warga Papua sepanjang November 2014 hingga Desember 2023.

Baca Selengkapnya

Alasan MPR Menghapus Nama Soeharto dalam TAP MPR Nomor 11 Tahun 1998

1 hari lalu

Alasan MPR Menghapus Nama Soeharto dalam TAP MPR Nomor 11 Tahun 1998

MPR mencabut nama Soeharto dalam TAP MPR Nomor 11 Tahun 1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN. Apa alasannya?

Baca Selengkapnya