Close

NU dan Muhammadiyah Mungkin Berbeda Awal Puasa  

Minggu, 16 Juni 2013 | 15:14 WIB

NU dan Muhammadiyah Mungkin Berbeda Awal Puasa  
TEMPO/ Nita Dian

TEMPO.CO, Jakarta - Hari awal bulan puasa Ramadan tahun ini yang dilakukan warga Muhamadiyah dengan Nahdlatul Ulama berpotensi berbeda. Jika Pimpinan Pusat Muhamadiyah telah menetapkan awal Ramadan 2013 jatuh pada 9 Juli mendatang, Nahdlatul Ulama dan Kementerian Agama masih menunggu rukyat yang akan dilaksanakan pada 8 Juli mendatang.

Kepala Sub-Direktorat Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat Kementerian Agama RI, Ahmad Izzudin, memperkirakan, berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh pemerintah dan tim Lajnah Falaqiah NU, awal Ramadan baru akan jatuh pada 10 Juli 2013. "Karena pada 9 Juli itu diprediksi ketinggian hilal masih di bawah ufuk," kata Izzudin, Ahad, 16 Juni 2013.

Pengasuh Pondok Pesantren Darunnajah, Semarang, ini memperkirakan rukyat yang dilakukan pemerintah pada 8 Juli tidak akan berhasil melihat hilal.

Dari perhitungan hisab, pada Senin, 8 Juli, dari Sabang sampai Merauke, ketinggian hilal masih di bawah 1 derajat. "Bahkan di beberapa daerah hilalnya di bawah nol atau minus," kata Izzudin. Karena itu, awal Ramadan diprediksi jatuh pada 10 Juli. Puasa Ramadan juga diperkirakan hanya 29 hari.

Meski begitu, Izzudin meminta agar umat Islam menunggu hasil sidang isbat yang dilakukan pemerintah.

Ketua NU Jawa Tengah Moh Adnan menyatakan, berdasarkan perhitungan hisab yang dilakukan tim Lajnah Falaqiah NU Jawa Tengah, bulan Syakban akan istiqmal atau penuh 30 hari. "Karena sempurna 30 hari, maka awal Ramadan akan jatuh pada 10 Juli," kata Adnan.

Namun NU akan tetap melakukan rukyat pada 8 Juli nanti. NU Jawa Tengah akan melakukan rukyat di berbagai titik. Di antaranya di menara Al Husna Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Pantai Marina Semarang, Pantai Kartini Jepara, dan di Pantai Ujungnegoro Batang.

Sebelumnya, Muhammadiyah telah memutuskan awal Ramadan tahun ini jatuh pada 9 Juli mendatang. Keputusan itu didasarkan atas perhitungan hisab hakiki wujudul hilal dan hasil musyawarah Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Muhammadiyah juga sudah memutuskan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1434 Hijriah akan jatuh pada 8 Agustus 2013.






ROFIUDDIN









Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan