Close

Pejabat Bank BJB Depok Diperiksa Terkait T-Tower

Selasa, 28 Mei 2013 | 11:59 WIB

Pejabat Bank BJB Depok Diperiksa Terkait T-Tower
Bank BJB. TEMPO/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Setelah memeriksa dua anggota panitia lelang proyek gedung T-Tower, Kejaksaan Agung kini memanggil pejabat Bank BJB. Mereka adalah Manajer Operasional Bank BJB Cabang Kota Depok, Sulaeman, dan koleganya di bank itu, Jaja Jarkasi. "Diperiksa sebagai saksi," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi, Selasa, 28 Mei 2013.

Kasus ini bermula saat BJB
merencanakan pembelian gedung untuk kantor cabang khusus di Jakarta pada 2006. Anggaran yang disetujui Bank Indonesia awalnya Rp 200 miliar. Belakangan, BJB setuju membeli 14 dari 27 lantai di gedung T-Tower, yang rencananya dibangun di Jalan Gatot Subroto, Kaveling 93, Jakarta Selatan.

Laporan majalah Tempo menyebutkan, tim pembebasan lahan yang dibentuk bank ini lantas bernegosiasi dengan PT Comradindo Lintasnusa Perkasa, perusahaan informasi dan teknologi yang membuka penawaran pembelian gedung tersebut. BJB pun bertransaksi dengan PT Comradindo senilai Rp 543,4 miliar.

Uang muka pun dikucurkan Rp 217,36 miliar. Sisanya, Rp 27,17 miliar, dicicil selama setahun. Namun, pembelian lantai gedung ini tak jelas. Tanah yang hendak dipakai diduga milik perusahaan lain. Kejaksaan lantas menetapkan Wawan Indrawan, Kepala Divisi Umum BJB serta Direktur PT Comradindo, Triwiyasa, sebagai tersangka.

TRI SUHARMAN

Topik Terhangat:
Kisruh Kartu Jakarta Sehat |
Menkeu Baru | PKS Vs KPK | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah

Berita Terpopuler:
KPK Telisik 45 Perempuan Penerima Duit Fathanah

Begini Cara Blokir Nomor Mama Minta Pulsa

Luthfi Panggil Darin Mumtazah `Mamah`

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan