Jumat, 23 Februari 2018

Pejabat Bank BJB Depok Diperiksa Terkait T Tower

Oleh :

Tempo.co

Selasa, 28 Mei 2013 11:59 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pejabat Bank BJB Depok Diperiksa Terkait T Tower

    Bank BJB. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah memeriksa dua anggota panitia lelang proyek gedung T-Tower, Kejaksaan Agung kini memanggil pejabat Bank BJB. Mereka adalah Manager Operasional Bank BJB Cabang Kota Depok Sulaeman dan koleganya di bank itu, Jaja Jarkasi. "Diperiksa sebagai saksi," kata Kepala Pudat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi, Senin, 28 Mei 2013.

    Kasus ini bermula saat BJB
    merencanakan pembelian gedung untuk kantor cabang khusus di Jakarta pada 2006. Anggaran yang disetujui Bank Indonesia awalnya Rp 200 miliar. Belakangan BJB setuju membeli 14 dari 27 lantai pada gedung T Tower yang rencananya dibangun di Jalan Gatot Subroto, Kaveling 93, Jakarta Selatan.

    Dalam laporan Majalah Tempo menyebutkan tim pembebasan lahan yang dibentuk bank ini lantas bernegosiasi dengan PT Comradindo Lintasnusa Perkasa, perusahaan informasi dan teknologi yang membuka penawaran pembelian gedung tersebut. BJB pun bertransaksi dengan PT Comradindo senilai Rp 543,4 miliar.

    Uang muka pun dikucurkan Rp 217,36 miliar. Sisanya Rp 27,17 miliar dicicil selama setahun. Namun, pembelian lantai gedung ini tak jelas. Tanah yg hendak dipakai diduga milik perusahaan lain. Kejaksaan lantas menetapkan Wawan Indrawan, Kepala Divisi Umum BJB serta Direktur PT Comradindo, Triwiyasa sebagai tersangka.

    TRI SUHARMAN

    Topik Terhangat:
    Kisruh Kartu Jakarta Sehat |
    Menkeu Baru | PKS Vs KPK | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah

    Berita Terpopuler:
    KPK Telisik 45 Perempuan Penerima Duit Fathanah

    Begini Cara Blokir Nomor Mama Minta Pulsa 

    Luthfi Panggil Darin Mumtazah `Mamah`


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Deretan Kasus Rizieq Shihab, 11 Tuntutan dalam 9 Bulan

    Kabar kepulangan Rizieq Shihab pada 21 Februari 2018 membuat banyak pihak heboh karena sejak 2016, tercatat Rizieq sudah 11 kali dilaporkanke polisi.