Korban Kabut Asap Riau Sudah 78 Ribu Orang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak-anak bermain mobil-mobilan tanpa mengenakan masker di tengah kabut asap di alun-alun Komplek Stadion Utama Riau, Pekanbaru, 18 Oktober 2015. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyatakan kabut asap di sejumlah daerah di Provinsi Riau kembali menebal. TEMPO/Riyan Nofitra

    Anak-anak bermain mobil-mobilan tanpa mengenakan masker di tengah kabut asap di alun-alun Komplek Stadion Utama Riau, Pekanbaru, 18 Oktober 2015. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyatakan kabut asap di sejumlah daerah di Provinsi Riau kembali menebal. TEMPO/Riyan Nofitra

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan kian pekat menyelimuti Riau. Asap terus membawa dampak buruk bagi kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan Riau mencatat sudah 78.993 warga Riau terserang penyakit akibat paparan asap.

    "Pasien berasal dari Puskesmas seluruh kabutpaten/kota," kata Kepala Kesehatan Dinas Riau, Andra Sjafril, Rabu 21 Oktober 2015.

    Menurut Andra, dampak asap membawa lima penyakit menyerang masyarakat Riau. Kebanyakan masyarkat menderita penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (Ispa) mencapai 66.234 jiwa, disusul infeksi kulit 4.857 jiwa, kemudian infeksi mata 3.693 jiwa, asma, 3.073 jiwa dan Pneumonia 1.076 jiwa.

    Menurut Andra, Posko Kesehatan yang disediakan pemerintah terus bersiaga selama Riau masih berstatus darurat asap. pelayanan kesehatan masyarakat terdampak asap terus dilakukan. Posko kesehatan dan pelayanan puskesmas 24 jam di setiap kabupaten/kota siaga setiap waktu.

    "Kami juga kerahkan puskesmas keliling untuk menemui warga terdampak asap," ujar Andra.

    Andra menjamin pelayanan kesehatan di posko kesehatan diberikan secara gratis untuk warga. Jika ditemukan kondisi darurat, warga dapat dirujuk ke Rumah Sakit Umum Arifin Ahmad, Pekanbaru. "Biaya pengobatan gratis," tutur Andra.

    Andra menjelaskan, disetiap pos kesehatan petugasnya menyediakan dokter psesialis dan oksegen jenis Oxycan untuk penderita darurat. Andra mengaku sejauh ini kebutuhan obat-obatan untuk menangani masalah tersebut masih bisa dipenuhi.

    Satuan Tugas Kesehatan terus mendapat bantuan obat-obatan dan masker dari Kementerian Kesehatan maupun pemerintah Riau sendiri. "Untuk ketersediaan obat-obatan masih terpenuhi," ucap Andra.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.