Aneh, Margriet Minta Baju Agus Dikubur Bersama Angeline  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angeline bocah cantik berumur 8 tahun diketahui telah diasuh oleh Telly Margareth (kiri) di Denpasar, Bali. facebook.com

    Angeline bocah cantik berumur 8 tahun diketahui telah diasuh oleh Telly Margareth (kiri) di Denpasar, Bali. facebook.com

    TEMPO.CO , Denpasar: Pengacara Agustinus Tai Hamdani alias Agus, Haposan Sihombing, mengatakan barang bukti yang ditemukan dalam lubang tempat Angeline dikubur bukan hanya sprei dan boneka. Barang bukti lain di tempat yang sama adalah kaus dan celana panjang yang sedang dipakai Agustinus saat Angeline meregang nyawa di kamar Margriet Christina Megawe.

    "Ada baju dan celana Agus juga," kata Haposan kepada Tempo, Ahad, 21 Juni 2015. Haposan menjelaskan, Agus dipanggil oleh ibu angkat Angeline itu yang berada di dalam rumah. Di dalam kamar, tubuh Angeline sudah sekarat meregang nyawa. Margriet kemudian memerintahkan pemuda asal Sumba Timur itu untuk melepaskan kaus yang sedang dia pakai.

    (Baca juga:ANGELINE DIBUNUH: Rumah M Kumuh Sejak Ada Kandang Ayam)

    Berdasarkan pengakuan Agus, Haposan berujar, Margriet kemudian memerintahkan Agus menguburkan baju dan celana yang sedang dipakainya itu bersama dengan tubuh Angeline dalam satu liang. Agus mematuhi perintah Margriet karena takut diancam oleh ibu angkat Angeline itu.

    Jasad Angeline kemudian ditemukan pada Rabu, 10 Juni 2015 terkubur di pekarangan rumah Margriet di dekat kandang ayam. Dalam kasus ini, hanya Agus yang baru ditetapkan sebagai tersangka pembunuh bocah delapan tahun itu. Sedangkan Margriet baru ditetapkan sebagai tersangka penelantaran anak.

    Terpopuler:
    Pria Tergemuk dengan Berat 412 Kg Mati Muda, Ini Pesannya
    Karyawati Diperkosa Sopir Angkot di Sekitar Jagakarsa

    Haposan berharap polisi mempertimbangkan temuan baru itu. Sebabnya, menurut Haposan, temuan kaus tersebut terkesan janggal apalagi jika pembunuhan memang dilakukan oleh Agus. "Mana ada pembunuh yang berniat meninggalkan barang bukti yang nyata seperti itu?" ujar Haposan.

    Sesuai pasal 184 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, menurut Haposan, keterangan Agus merupakan salah satu alat bukti yang bisa menjerat Margriet menjadi tersangka baru dalam kasus itu. Agus juga menyatakan Margriet merupakan pembunuh Angeline. "Keterangan Agus satu alat bukti, polisi hanya perlu menemukan satu alat bukti lain."

    Juru bicara Kepolisian Daerah Bali, Komisaris Besar Heri Wianto, mengatakan instansinya belum menemukan dua bukti yang bakal menjerat tersangka lain dalam kasus kematin Angeline. "Belum ada tersangka baru, kami mesih terus selidiki perkembangannya," kata Heri saat dihubungi, Sabtu, 20 Juni 2015.

    (Baca: Kisah Asal Mula Angeline Tinggal di Jalan Sedap Malam)

    Heri menjelaskan, minimnya jumlah saksi membuat penyidik Kepolisian kesulitan mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain yang menyebabkan kematian Angeline. Menurut dia, belum ada saksi yang menyaksikan secara langsung aksi kekerasan yang dilakukan oleh Margriet Christina Megawe.

    Margriet yang tak bersosialisasi dengan tetangga juga membuat dugaan kekerasan tidak mutlak terbukti. Selain itu, Heri menuturkan, jumlah barang bukti yang didapat pun sedikit. Itu artinya, ia berujar, penyidik harus bekerja keras merangkai temuan-temuan dari tempat kejadian perkara di Jalan Sedap Malam, Sanur, Bali dan tempat lainnya.

    LINDA HAIRANI

    IKUTI: TEMPO HADIAH RAMADAN | THR 2015

    Berita Terbaru:

    Detik-detik Karyawati Ini Diperkosa Sopir Angkot di Jakarta
    Gila, Dengan Buka Baju, Wanita Cantik Ramal Pemenang Bola


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.