Minggu, 15 September 2019

ANGELINE DIBUNUH: Selain Margriet dan Agus, Siapa Pria Ini?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto bocah cantik, Angeline (8) dibawa oleh sejumlah aktivis perlindungan anak dari Forum Anak Daerah Denpasar saat melakukan doa bersama untuk arwah Angeline, di depan kamar jenazah Rumah Sakit Sanglah, Denpasar, Bali, 12 Juni 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    Foto bocah cantik, Angeline (8) dibawa oleh sejumlah aktivis perlindungan anak dari Forum Anak Daerah Denpasar saat melakukan doa bersama untuk arwah Angeline, di depan kamar jenazah Rumah Sakit Sanglah, Denpasar, Bali, 12 Juni 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta: Aktivis Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Denpasar Siti Sapurah curiga Agustinus Tai Hamdani tidak hanya pasang badan untuk Margriet Cristina Megawe, 60 tahun, dalam kasus pembunuhan Angeline. Ipung, panggilan akrab Sapurah, menduga kuat ada orang lain yang ingin dilindungi Agus.

    "Orang ini sangat dekat dengan Agus," kata Ipung di Kepolisian Resor Kota Denpasar, Sabtu, 13 Juni 2015. Ipung mengatakan sosok itu adalah mantan pekerja di rumah Margriet yang terletak di Jalan Sedap Malam Nomor 26, Sanur, Denpasar. Pria sudah bekerja lebih dari tiga tahun dan kemudian digantikan oleh Agus. Orang inilah yang mengenalkan Agus ke Margriet.

    Menurut Ipung, kecurigaan muncul karena saat P2TP2A melakukan penyelidikan atas hilangnya Angeline, lelaki ini terlihat dengan bebasnya keluar-masuk rumah Margriet. "Saya pernah bincang langsung dengan lelaki ini dan katanya orang dekatnya Margriet," kata Ipung. Ipung heran, sebab, hanya orang tertentu saja yang bisa masuk ke rumah Margriet.

    Bahkan, jika tidak dengan cara memaksa, Ipung mengatakan, P2TP2A tidak akan pernah bisa melihat langsung kondisi rumah Margriet. Bahkan, petugas yang ikut dalam tim identifikasi mengatakan lelaki ini menjadi perhatian polisi. Sebab, sejak hari dinyatakan Angeline menghilang ia  kerap terlihat mondar-mandir di rumah Christine.

    Saat pemeriksaan pertama Margriet, dia juga sempat ikut datang ke kantor polisi. Menurut petugas ini, penyidik curiga lelaki ini terlibat atau minimal tahu apa yang terjadi terhadap Angeline. "Apalagi dia lebih lama dari Agus jadi lebih tahu kondisi di dalam rumah itu, sedangkan Agus masih baru jadi pasti tidak berani berbuat jauh" katanya.

    Kasus Angeline bermula dari laporan Margriet yang menyebut anak angkatnya ini hilang pada 16 Mei. Setelah dilakukan pencarian selama 23 hari, polisi menemukan Angeline sudah tewas dikubur di halaman belakang rumah Margriet. Polisi lantas menetapkan Agus, penjaga rumah tersebut, sebagai tersangka.

    Agus kepada penyidik, seperti yang ditirukan Ipung,  mengaku membunuh Ageline dan sempat memperkosa korban. Belakangan, Ipung mengatakan Agus mengaku hanya disuruh menguburkan Angeline oleh Margriet.

    Ipung curiga lelaki misterius terlibat karena dia sudah bekerja lama dengan Margriet. "Artinya dia tahu kekerasan yang terjadi terhadap Angeline selama di rumah itu," katanya. Bahkan, dia yakin orang tersebut juga sering ikut memukuli Angeline. Makanya, ia mendesak polisi memeriksa lelaki tersebut.

    SYAILENDRA PERSADA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.