Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Sidang Kasus Cipaganti Dihujani Makian Korban

image-gnews
Korban penipuan Koperasi Cipaganti membentangkan poster saat sidang dakwaan terhadap Bos Cipaganti Rental, Andianto Setiabudi, bersama Julia Sri Rejeki, Yulianda Tjendrawati, dan Cece Kadarisman, di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, 25 Februari 2015. TEMPO/Prima Mulia
Korban penipuan Koperasi Cipaganti membentangkan poster saat sidang dakwaan terhadap Bos Cipaganti Rental, Andianto Setiabudi, bersama Julia Sri Rejeki, Yulianda Tjendrawati, dan Cece Kadarisman, di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, 25 Februari 2015. TEMPO/Prima Mulia
Iklan

TEMPO.CO, Bandung - Ratusan orang yang diduga korban penipuan PT Cipaganti Citra Graha menghujani empat tersangka dengan perkataan kasar seusai sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Jalan Riau, Bandung. Mereka merecoki ruang sidang hingga membuat Hakim Kasianus Telaumanwa kelimpungan.

Kericuhan terjadi saat hakim mempersilakan terdakwa mengajukan keberatan atas dakwaan jaksa penuntut. Saat itu kuasa hukum tersangka tak menggunakan pengeras suara dalam menyampaikan keberatannya.

Hal itu membuat korban yang menyaksikan jalannya pengadilan mengamuk. "Lebih baik saya ingatkan lain kali pakai mic. Mohon pengertian untuk semua yang datang, tolong bantu kami dengan suasana tenang," ujar Kasianus saat memimpin sidang, Selasa, 25 Februari 2015.

Ratusan korban meneriaki hakim dengan perkataan kasar. "Gak usah banyak keberatan, sudah kembalikan saja uang kami. Keberatan sama dosa?" ujar seorang korban.

Sidang ini dihadiri oleh empat tersangka, yakni petinggi perusahaan dan koperasi Cipaganti, Djulia Sri Rejeki, Yulinda Tjendrawati, dan Cece Kadarusman. Kejaksaan juga sebelumnya menangkap bos Cipaganti, Andianto Setiabudi. Mereka ditangkap karena diduga melakukan penipuan atas para mitra usaha Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada. Ketiga tersangka dijerat Pasal 372, 378, serta Pasal 55 Undang-Undang Hukum Pidana.

Kuasa hukum tersangka, Ahmad Nur Hidayat, mengajukan permohonan waktu memikirkan materi keberatan dalam sepekan. "Kami juga meminta terdakwa memperoleh berkas dakwaan, dan meminta pertimbangan atas seragam tahanan yang dipakai tersangka. Apakah seragamnya harus seperti ini terus?" kata dia, saat mengajukan keberatan pada hakim.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Hakim akhirnya mengetuk palu tanda disepakatinya permintaan tersangka. Hakim pun mengharuskan tersangka untuk mengenakan seragam tahanan selama masa sidang. Hal itu membuat ratusan korban di sana bersorak dan bertepuk tangan. Bahkan, mereka meminta hakim untuk memasang borgol pada bos Cipaganti, Adianto.

Saat sidang rampung, massa hampir saja menyerang tersangka. Namun serangan itu berhasil dihalau sejumlah aparat keamanan persidangan. Melalui pintu belakang, keempat tersangka langsung menuju mobil tahanan dan berhasil menghindari ratusan korban dugaan penipuan Cipaganti.

Sebelumnya, Andianto menggunakan Koperasi Cipaganti untuk menghimpun dana dari masyarakat sejak 2008 hingga Mei 2014. Dana yang terhimpun dari 8.700 mitra senilai Rp 3,2 triliun. Andianto menjanjikan dana nasabah akan dikelola koperasi untuk bisnis perumahan, pompa bensin, transportasi, perhotelan, alat berat, dan tambang. Dari bisnis itu, investor akan mendapat imbalan bagi hasil 1,6-1,95 persen per bulan sesuai tenor.

Dana antara lain disalurkan ke tiga perusahaan Andianto cs, yakni ke PT Cipaganti Citra Graha, PT Cipaganti Global Transportindo, dan satu perusahaan lainnya. Apa lacur, bisnis yang dijanjikan tidak berjalan. Imbasnya, pengelola gagal bayar kepada investor dan membuat banyak investor melaporkannya ke Kepolisian Daerah Jawa Barat.

PERSIANA GALIH

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Kompolnas Minta Klarifikasi Polda Metro Jaya Soal Penggelapan Mobil Bos Rental yang Tewas di Sukolilo Pati

4 hari lalu

Satreskrim Polresta Pati menggelar olah TKP di lokasi amuk massa yang menewaskan bos rental mobil di Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. POLRESTA PATI
Kompolnas Minta Klarifikasi Polda Metro Jaya Soal Penggelapan Mobil Bos Rental yang Tewas di Sukolilo Pati

Kompolnas mendesak Polres Metro Jakarta Timur selidiki kasus penggelapan mobil meski Burhanis sebagai pelapor sudah meninggal.


Polisi akan Panggil Tiko Aryawardhana soal Kasus Penggelapan Dana Rp 6,9 Miliar

8 hari lalu

Tiko Aryawardhana. Instagram
Polisi akan Panggil Tiko Aryawardhana soal Kasus Penggelapan Dana Rp 6,9 Miliar

Pemanggilan Tiko akan dilakukan usai penyidik menyelesaikan pemeriksaan terhadap pihak perbankan dan auditor.


Penjelasan Kuasa Hukum Mantan Istri Tiko Aryawardhana soal Jumlah Penggelapan Dana Rp 6,9 Miliar

12 hari lalu

Tiko Aryawardhana. Instagram
Penjelasan Kuasa Hukum Mantan Istri Tiko Aryawardhana soal Jumlah Penggelapan Dana Rp 6,9 Miliar

Kuasa hukum Arina Winarto, Leo Siregar, mengatakan temuan penggelapan Rp 6,9 miliar oleh Tiko berasal dari hasil audit investigatif akuntan publik.


Kasus Naik ke Penyidikan, Tiko Aryawardhana Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara

16 hari lalu

Tiko Aryawardhana. Instagram
Kasus Naik ke Penyidikan, Tiko Aryawardhana Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara

Tiko Aryawardhana dilaporkan ke polisi atas dugaan penipuan dan penggelapan uang perusahaan Rp 6,9 miliar oleh mantan Istrinya.


Begini Duduk Perkara Tiko Aryawardhana Dilaporkan Mantan Istri

17 hari lalu

Tiko Aryawardhana. Instagram
Begini Duduk Perkara Tiko Aryawardhana Dilaporkan Mantan Istri

Perusahaan yang dibangun Tiko Aryawardhana dan Arina Winarto adalah PT Arjuna Advaya Sanjaya, yang bergerak di bidang restoran.


Tiko Aryawardhana Dilaporkan Gelapkan Dana Eks Istri, BCL Unggah Foto Bersama: Mau ke Mana ya?

18 hari lalu

Bunga Citra Lestari atau BCL dan Tiko Aryawardhana. Foto: Instagram/@itsmebcl
Tiko Aryawardhana Dilaporkan Gelapkan Dana Eks Istri, BCL Unggah Foto Bersama: Mau ke Mana ya?

BCL, yang menjadi istri Tiko saat ini langsung mendapatkan hujan simpati atas terkuaknya kasus ini.


Pengacara Jelaskan Kondisi Eks Kepala Bea Cukai Purwakarta Usai Dilaporkan ke KPK

35 hari lalu

Kepala KPPBC TMP A Purwakarta, Rahmady Effendi Hutahaean. Dok Bea Cukai Purwakarta
Pengacara Jelaskan Kondisi Eks Kepala Bea Cukai Purwakarta Usai Dilaporkan ke KPK

Bekas Kepala Bea Cukai Purwakarta Rahmady Effendy Hutahaean disebut butuh waktu untuk beristirahat usai dilaporkan ke KPK


Pengurus Masjid Al Barkah Beda Sikap untuk Melaporkan Kontraktor ke Polisi

41 hari lalu

Tampak dari belakang bentuk bangunan baru Masjid Al Barkah di Jalan Raya Bekasi KM 23, RT 01 RW 02, Kelurahan Cakung Timur, Cakung, Jakarta Timur, Senin, 6 Mei 2024. Pembangunan masjid tiga lantai dengan biaya Rp 9,75 miliar ini mandek. TEMPO/Ihsan Reliubun
Pengurus Masjid Al Barkah Beda Sikap untuk Melaporkan Kontraktor ke Polisi

Pengurus Masjid Al Barkah berencana melaporkan kontraktor Ahsan Hariri ke polisi atas dugaan menggelapkan uang pembangunan masjid.


Dilaporkan ke Kejaksaan Agung Atas Dugaan Penggelapan 9 Mobil Mewah, Ini Penjelasan Bea Cukai

42 hari lalu

Petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta kembali menggagalkan penumpang pesawat yang berniat menyembunyikan delapan buah iPhone 11 hasil
Dilaporkan ke Kejaksaan Agung Atas Dugaan Penggelapan 9 Mobil Mewah, Ini Penjelasan Bea Cukai

Yustinus mengatakan, Dirjen Bea Cukai sudah menjelaskan masalah importasi 9 mobil mewah itu kepada kuasa hukum pengusaha Malaysia.


Kronologi Pengusaha Malaysia Laporkan Bea Cukai Soekarno-Hatta ke Kejaksaan Terkait Impor 9 Mobil Mewah

42 hari lalu

Penumpang pesawat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta saat berlakunya aturan baru bea cukai mengenai pembatasan jumlah barang dari luar negeri dan jastip di Kota Tangerang, 15 Maret 2024. TEMPO/Martin Yogi Perdamean
Kronologi Pengusaha Malaysia Laporkan Bea Cukai Soekarno-Hatta ke Kejaksaan Terkait Impor 9 Mobil Mewah

Pengusaha asal Malaysia bernama Kenneth Koh melaporkan kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta ke Kejaksaan Agung