Muktamar di Makassar, Ini Rencana Kaum Muda Muhammadiyah  

Reporter

Editor

Zed abidien

Selasa, 28 Juli 2015 19:42 WIB

Ketua PP Muhamadiyah, Din Syamsudin menghadiri peringatan 100 tahun berdirinya Muhammadiyah di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Rabu (25/11). TEMPO/Arif Wibowo

TEMPO.CO, Makassar - Muktamar Muhammadiyah Ke-47 di Makassar, 3-7 Agustus 2015, tidak hanya akan menjadi puncak pertemuan lima tahunan pengurus organisasi Muhammadiyah dari seluruh Indonesia. Rencananya, Muktamar juga menjadi ajang silaturahmi akbar sekitar seribu alumnus Angkatan Muda Muhammadiyah dari berbagai kalangan.

"Sebagian besar sudah menyatakan kehadirannya, baik dari dalam maupun luar negeri," kata anggota Panitia Muktamar Muhammadiyah Ke-47, Abdul Rachmat Noer, di Makassar, Selasa, 28 Juli 2015. Para alumnus disebut akan ambil bagian di sejumlah rangkaian kegiatan selain agenda sidang utama pemilihan Ketua Umum Muhammadiyah. "Mereka datang untuk menyemarakkan Muktamar," ujarnya.

Angkatan Muda Muhammadiyah terdiri atas tiga elemen, yakni Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, dan Nasyiatul Aisyiyah. Silaturahmi masing-masing digelar di Hotel Clarion, Pantai Akkarena, dan Monumen Mandala selama tiga hari berturut-turut. Silaturahmi tidak sekadar acara seremonial, karena alumnus yang kini eksis di luar kepengurusan Muhammadiyah akan turut berbagi ilmu dan pandangan atas kelangsungan organisasi bentukan KH Ahmad Dahlan itu.

Menurut Noer, lewat silaturahmi nanti, alumnus AMM diharapkan menyumbangkan pemikiran dan solusi atas berbagai permasalahan umat Islam dan bangsa Indonesia. Isu yang akan dibahas antara lain ekonomi kerakyatan, politik kebangsaan, dan pendidikan. "Sesuai dengan fungsinya sebagai pelopor, pelangsung dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah," tuturnya.

Noer menyatakan AMM memiliki semangat dan visi melahirkan tokoh pembaharu. Diharapkan, lewat ajang seperti silaturahmi, ke depan muncul tokoh pembaharu generasi kedua Muhammadiyah untuk era abad kedua sejak organisasi itu didirikan. "Tokoh yang mengawal dan mendampingi umat pada masa yang penuh dengan teknologi digital," ujarnya.

AAN PRANATA

Berita terkait

Bahlil Beri Sinyal Ormas Bisa Kelola Izin Tambang, Aspebindo: Modal untuk Mandiri

1 hari lalu

Bahlil Beri Sinyal Ormas Bisa Kelola Izin Tambang, Aspebindo: Modal untuk Mandiri

Aspebindo mendukung rencana pemerintah membagikan izin usaha pertambangan (IUP) kepada ormas keagamaan. Apa alasannya?

Baca Selengkapnya

Baznas - Muhammadiyah Gulirkan Program Pengembangan SDM Unggul

2 hari lalu

Baznas - Muhammadiyah Gulirkan Program Pengembangan SDM Unggul

Kolaborasi antara Baznas dengan Muhammadiyah dalam pemanfaatan dana zakat, bisa memberikan manfaat yang besar bagi kepentingan umat

Baca Selengkapnya

Jika Prabowo Tunjuk Mendikbud dari Muhammadiyah, Darmaningtyas: Tak Masalah, Asal...

3 hari lalu

Jika Prabowo Tunjuk Mendikbud dari Muhammadiyah, Darmaningtyas: Tak Masalah, Asal...

Darmaningtyas mengatakan tak masalah jika Mendikbud era Prabowo dari Muhammadiyah, asal tokoh tersebut berlatar belakang dunia pendidikan.

Baca Selengkapnya

Kata Ketum Muhammadiyah Soal Gugatan PDIP di PTUN

4 hari lalu

Kata Ketum Muhammadiyah Soal Gugatan PDIP di PTUN

Apa kata Ketum Muhammadiyah soal gugatan PDIP di PTUN?

Baca Selengkapnya

KPU Tetapkan Prabowo-Gibran Pemenang Pilpres 2024, Ini Tanggapan PBNU, PP Muhammadiyah hingga Kadin

7 hari lalu

KPU Tetapkan Prabowo-Gibran Pemenang Pilpres 2024, Ini Tanggapan PBNU, PP Muhammadiyah hingga Kadin

Reaksi PBNU, PP MUhammadiyah, Kadin Terhadap Penetapan Prabowo - Gibran Pemenang Pilpres 2024 oleh KPU

Baca Selengkapnya

Tanggapan Demokrat dan Muhammadiyah Soal Kabinet Prabowo-Gibran

8 hari lalu

Tanggapan Demokrat dan Muhammadiyah Soal Kabinet Prabowo-Gibran

Muhammadiyah menyatakan belum ada pembahasan soal formasi kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran.

Baca Selengkapnya

Respons PBNU dan Muhammadiyah terhadap Putusan MK

9 hari lalu

Respons PBNU dan Muhammadiyah terhadap Putusan MK

Haedar Nashir puji Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud yang menerima hasil putusan MK.

Baca Selengkapnya

Kata Ketum PP Muhammadiyah Soal Sikap Ganjar dan Anies Terkait Putusan MK

9 hari lalu

Kata Ketum PP Muhammadiyah Soal Sikap Ganjar dan Anies Terkait Putusan MK

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir angkat bicara ihwal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal sengketa hasil Pemilu 2024.

Baca Selengkapnya

'Tragedi' Lebaran 2011, Opor Ayam Sudah Dibuat Penetapan Idul Fitri Mundur Sehari

21 hari lalu

'Tragedi' Lebaran 2011, Opor Ayam Sudah Dibuat Penetapan Idul Fitri Mundur Sehari

Masih ingat Lebaran 2011, saat pemerintah mundurkan sehari Idul Fitri. Emak-emak protes opor yang sudah dibuat tak jadi disantap esok hari.

Baca Selengkapnya

Fakta Lebaran 2024: Idul Fitri Bersamaan, Kecelakaan Fatal Contraflow, sampai Mbah Benu 'Telepon' Allah

23 hari lalu

Fakta Lebaran 2024: Idul Fitri Bersamaan, Kecelakaan Fatal Contraflow, sampai Mbah Benu 'Telepon' Allah

Lebaran 2024 diwarnai sejumlah fakta menarik, termasuk perayaan Idul Fitri 1445 H yang dilakukan bersamaan oleh Muhammadiyah dan pemerintah

Baca Selengkapnya