Suami-Istri Korban Rusuh Tinju Nabire Dimakamkan  

Reporter

Rabu, 17 Juli 2013 13:31 WIB

Foto pernikahan Yanus Manibui dan istrinya Anance Woyaa yang menjadi korban kerusuhan di stadion olahraga Kota Lama, saat penonton mengamuk akibat petinju lokal mereka kalah, di Nabire, Papua, Senin (15/7). AP

TEMPO.CO, Nabire - Pasangan suami istri, Yanus Manubui, 29 tahun, dan Anance Woyaa, 29 tahun, dikuburkan di pemakaman umum Kalibobo, Nabire, Rabu, 17 Juli 2013. Keduanya merupakan bagian dari korban kerusuhan pada saat berlangsung pertandingan tinju Bupati Nabire Cup di Gedung Olahraga (GOR) Kota Lama Nabire, Ahad, 14 Juli 2013 lalu.

Isak tangis keluarga mengiringi kepergian jenazah ke tempat peristirahatan terakhir. Puluhan kendaraan roda dua dan roda empat ikut dalam proses pengantaran jenazah. Ratusan warga ikut mengantar almarhum yang dikenal ramah di kompleks Kota Lama.

"Kami merasa kehilangan, ini kejadian yang tidak terduga," kata Charles Tawaru, kerabat korban saat ditemui Tempo, Rabu siang.

Sebelum dibawa ke tempat pemakaman, keluarga dan kerabat korban melakukan ibadah di rumah duka di Jalan Trikora, Kelurahan Morgo, Distrik Nabire. Rumah korban tidak jauh dari GOR Nabire.

Dari pantauan Tempo, korban dimasukan dalam dua mobil jenazah. Usai ibadah pelepasan, kedua mobil langsung menuju pemakaman sekitar pukul 12.00 WIT.

Yanus Manubui adalah karyawan pada PT Panca Niaga, sedangkan istrinya seorang ibu rumah tangga. Keduanya tewas terinjak saat hendak meloloskan diri di depan pintu GOR Nabire dalam bentrok berdarah itu. "Saya melihat langsung bagaimana para korban diinjak injak. Kejadian malam itu sangat tragis," ujar Aris Baab, keluarga korban.

Aris mengatakan, pada saat kerusuhan terjadi, tidak ada aparat keamanan, sehingga tidak bisa diatasi. "Hanya ada dua orang polisi, sedangkan jumlah massa ribuan orang, bagaimana bisa mengatasinya. Polisi datang dua puluh menit setelah peristiwa," ucapnya.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua Komisaris Besar Polisi I Gede Sumerta Jaya mengatakan, sampai Rabu hari ini belum seorang pun yang dijadikan tersangka. Namun, dia berjanji akan menuntaskan kasus kerusuhan tersebut. "Saat ini masih dilakukan pemeriksaan saksi. Sudah 14 orang yang dimitai keterangan,” tuturnya.

JERRY OMONA

Terpopuler:
Yusuf Mansur Bantah Investasi Miliaran di Mekah
Muslim Uighur Dipaksa Makan Selama Ramadan
Jokowi: Nama Saya Siapa? Anak Kecil: Sukowi!
Gerindra Siapkan Jokowi Jadi Presiden 2019
Wanita ini Menyesal Dapat Lotere Rp 29 Miliar
Disebut `Sukowi`, Jokowi Mesem

Berita terkait

Kilas Balik Kerusuhan Berbau Rasial 13 Mei 1969 di Malaysia

2 hari lalu

Kilas Balik Kerusuhan Berbau Rasial 13 Mei 1969 di Malaysia

Inilah peristiwa kerusuhan massal nan kelam di Malaysia yang menewaskan sedikitnya 184 Orang

Baca Selengkapnya

Kerusuhan 13 Mei 1969 Terjadi di Malaysia dan Penjarahan 13 Mei 1998 di Indonesia Jadi Kenangan Kelam

2 hari lalu

Kerusuhan 13 Mei 1969 Terjadi di Malaysia dan Penjarahan 13 Mei 1998 di Indonesia Jadi Kenangan Kelam

Indonesia dan Malaysia punya kenangan kelam pada kerusuhan dan penjarahan pada 13 Mei, pada 1969 dan 1998. Berikut kejadiannya.

Baca Selengkapnya

Cara Menangani Gejala PTSD yang kerap Dialami Setelah Mengalami Trauma

2 hari lalu

Cara Menangani Gejala PTSD yang kerap Dialami Setelah Mengalami Trauma

Seseorang akan berusaha sekeras mungkin untuk menghindari tempat, situasi, benda, dan orang yang mengingatkannya akan peristiwa trauma tersebut.

Baca Selengkapnya

Ibu Kota Haiti Chaos: Crazy Rich dan Toko Dirampok, Mayat Bergelimpangan di Jalanan

58 hari lalu

Ibu Kota Haiti Chaos: Crazy Rich dan Toko Dirampok, Mayat Bergelimpangan di Jalanan

Haiti dilanda kerusuhan setelah geng kriminal menguasai negara ini dan memaksa perdana menteri Ariel Henry mundur.

Baca Selengkapnya

Bawaslu RI Ungkap Potensi Kerawanan Pilkada 2024, Kerusuhan Selalu Ada

15 Maret 2024

Bawaslu RI Ungkap Potensi Kerawanan Pilkada 2024, Kerusuhan Selalu Ada

Bawaslu RI menyebut potensi kerawanan Pilkada 2024 dikarenakan persaingan yang sangat tinggi antarcalon kepala daerah.

Baca Selengkapnya

Situasi Makin Kacau, Geng Kriminal Haiti Ancam Perang Saudara Jika PM Tak Mundur

9 Maret 2024

Situasi Makin Kacau, Geng Kriminal Haiti Ancam Perang Saudara Jika PM Tak Mundur

Haiti dikuasai geng kriminal yang mengancam akan melakukan pembantaian massal jika Perdana Menteri Ariel Henry tak mundur dari jabatannya.

Baca Selengkapnya

34 Terdakwa Kerusuhan Aksi Bela Rempang Dituntut Beragam, Dari 3 Bulan Sampai 10 Bulan

4 Maret 2024

34 Terdakwa Kerusuhan Aksi Bela Rempang Dituntut Beragam, Dari 3 Bulan Sampai 10 Bulan

Kerusuhan di Pulau Rempang antara warga dan aparat pecah pada 7 Agustus 2023. Warga menolak pengukuran lahan yang dilakukan pemerintah

Baca Selengkapnya

Perang Suku di Papua Nugini Tewaskan 64 Orang, Mayat-mayat Tergeletak di Jalanan

19 Februari 2024

Perang Suku di Papua Nugini Tewaskan 64 Orang, Mayat-mayat Tergeletak di Jalanan

Papua Nugini dilanda perang suku terbesar dalam sejarah. PM Australia ikut resah.

Baca Selengkapnya

Ketidaksetaraan Jadi Pemicu Kerusuhan Sampit 2001

18 Februari 2024

Ketidaksetaraan Jadi Pemicu Kerusuhan Sampit 2001

Apa pemicu kerusuhan Sampit? Kondisi ekonomi yang sulit dan ketidaksetaraan dalam distribusi sumber daya memperburuk ketegangan antara kedua komunitas

Baca Selengkapnya

Kilas Balik 23 Tahun Tragedi Kerusuhan Sampit Kalimantan Tengah

18 Februari 2024

Kilas Balik 23 Tahun Tragedi Kerusuhan Sampit Kalimantan Tengah

Kerusuhan Sampit ini menyebabkan lebih dari 500 orang meninggal dengan lebih dari 100.000 penduduk Madura kehilangan tempat tinggal di Kalimantan.

Baca Selengkapnya