Wapres AS Mike Pence Yakin Indonesia Tak Henti Perangi Terorisme  

Jum'at, 21 April 2017 | 17:15 WIB
Wapres AS Mike Pence Yakin Indonesia Tak Henti Perangi Terorisme  
Wakil Presiden Amerika Serikat Michael R Pence (ketiga kanan) didampingi istri Karen Pence (ketiga kiri), putrinya Charlotte Pence (kedua kiri) dan Audrey Pence (kanan) berbincang dengan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar (keempat kiri) serta Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal Muhammad Muzamil Basyuni (kedua kanan) ketika mengunjungi Masjid Istiqlal di Jakarta, 20 April 2017. ANTARA FOTO

TEMPO.CO, Jakarta – Wakil Presiden Amerika Serikat Michael R. Pence mengatakan Amerika Serikat dan Indonesia akan selalu bekerja sama untuk melawan terorisme. Menurut dia, Indonesia menjadi mitra strategis Amerika Serikat dalam melawan terorisme.

”Saya yakinkan kepada warga Indonesia bahwa kami tidak akan pernah berhenti memerangi terorisme,” kata Mike Pence di Hotel Shangri-La, Jakarta, Jumat, 21 April 2017. Ia menuturkan kerja sama diperlukan untuk menghadapi ancaman teror yang tak menentu.

Baca: Ucapkan Hari Kartini, Wapres Amerika Serikat Mike Pence: Dia Perempuan Hebat

Pence menjelaskan, serangan teror di Paris, Prancis, adalah peringatan bahwa serangan teror bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. “Warga Indonesia dan Amerika Serikat sudah pernah merasakannya,” katanya. Kedua negara perlu mewaspadai adanya teror.

Pence ke Indonesia sejak Kamis, 20 April, dengan sejumlah agenda, salah satunya penandatanganan sejumlah kota bisnis kerja sama Indonesia dan Amerika Serikat. Indonesia diklaim menjadi negara Asia Tenggara pertama yang disambangi Pence sebelum bertolak ke Australia.

Pada hari pertamanya di Indonesia, Pence bertemu dengan Presiden Joko Widodo membahas perdagangan dan terorisme. Pence menuturkan kemitraan yang kuat bidang pertahanan akan berguna untuk menghadapi berbagai ancaman keamanan.

ARKHELAUS W.

Simak pula: Makar Berdalih Ahok, Al Khaththtath Bantah Investigasi Allan Nairn




Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan