Pilgub Jawa Barat, Ini Pesan Deddy Mizwar Buat Ridwan Kamil

Selasa, 21 Maret 2017 | 08:01 WIB
Pilgub Jawa Barat, Ini Pesan Deddy Mizwar Buat Ridwan Kamil
Wakil Gubernur Deddy Mizwar memaparkan pandangannya dalam diskusi bertema bincang-bincang banjir Bandun Selatan di Aula Barat ITB, Bandung, Jawa Barat, 26 Mei 2016. Pihak pemerintah yang diwakili Wakil Gubernur Deddy Mizwar mewacanakan penegakan hukum yang lebih keras karena permasalahan DAS Citarum melibatkan beberapa kabupaten. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Bandung - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar berpesan kepada Ridwan Kamil, yang baru saja mengumumkan akan maju dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018. “Mudah-mudahan enggak mengganggu pekerjaannya sebagai wali kota,” kata dia di Bandung, Senin, 20 Maret 2017.

Deddy mengatakan keputusan Ridwan Kamil mendeklarasikan pencalonan menjadi haknya. “Enggak apa-apa, itu kan hak politik,” ujar dia.

Baca: Ridwan Kamil - Surya Paloh Sepakati 3 Syarat dalam Pilkada Jabar

Menurut Deddy, waktu yang tersisa hingga pemilihan gubernur relatif masih panjang. “Jangan setahun lebih ini habis untuk masalah pilkada. Masih setahun setengah lagi, 15 bulan lagi. Jangan sampai hingar-bingar politik ini meninggalkan tugas utamanya,” ucapnya.

Deddy menuturkan hal itu juga merupakan harapan warga Kota Bandung. “Saya kira bukan saya saja, tapi seluruh warga masyarakat di Bandung juga demikian agar kinerja wali kota tetap memberikan hasil yang optimal,” kata dia.

Baca: PAN Berpeluang Dukung Ridwan Kamil di Pilkada Jawa Barat

Dia mengaku belum pernah berhubungan langsung dengan Ridwan Kamil terkait dengan masalah pemerintahan. Kendati demikian, selama ini, dia tidak melihat persoalan dengan kinerjanya sebagai wali kota.

AHMAD FIKRI

Baca: Ridwan Kamil Maju Pilkada Jawa Barat, Ini Kata Bupati Purwakarta


Video Terkait:
Partai Nasdem Deklarasikan Ridwan Kamil sebagai Calon Gubernur Jabar

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan