Salat Jumat di Monas, Baju Jusuf Kalla Terkena Lumpur

Jum'at, 02 Desember 2016 | 16:43 WIB
Salat Jumat di Monas, Baju Jusuf Kalla Terkena Lumpur
Lengan kiri baju koko Wapres Jusuf Kalla terkena noda lumpur saat ikut Salat Jumat pada Demo 212, Jakarta, 2 Desember 2016. TEMPO/Amirullah

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla ikut mendampingi Presiden Joko Widodo melaksanakan salat Jumat bersama peserta demo 212 di Monas. Saat kembali ke Kantor Wakil Presiden, lengan kiri baju koko Kalla yang berwarna putih terlihat kotor terkena tanah.

"Ini lumpur. Kita kan jalan lewati lumpur," kata Kalla, Jumat, 2 Desember 2016, di kantornya, Jakarta.

Sejak Jumat pagi hingga siang, lokasi di sekitar Monas memang diwarnai gerimis kecil. Namun, sekitar pukul 12.00 saat salat Jumat berlangsung untuk wilayah Jakarta, hujan cukup lebat mengguyur Monas. Meski begitu, ratusan ribu peserta aksi tetap tak beranjak dari lokasi. Mereka tetap khusyuk mengikuti prosesi salat Jumat.

Baca: Salat Jumat di Monas, Jokowi Khawatir JK Masuk Angin

Menjelang salat berlangsung, Presiden Jokowi, Kalla, para menteri, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian memasuki area Monas. Mereka ikut salat bersama peserta demo 212. Kalla menuturkan salat Jumat di Monas itu dilakukan spontan. Itu dilakukan karena Presiden yakin acara itu berlangsung damai.

Kalla mengatakan tidak ada pembicaraan antara Jokowi dan pemimpin aksi. "Enggak, mana bisa dengan begitu banyak orang. Jabat-jabat tangan saja," ucap Kalla.

Meskipun begitu, Kalla menyatakan Presiden mendengarkan harapan dan niat peserta demo itu terkait kasus Ahok. Penyelesaian kasus dugaan penistaan agama itu diserahkan ke jalur hukum. "Tadi dengar, sejak kemarin minta ditangkap Ahok, minta ditegakkan keadilan, hukum. Kita salurkanlah ke jalur hukum. Kan, segera ke pengadilan," ujar Kalla.

AMIRULLAH



 




Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan