Tempo Raih Penghargaan Anugerah Kebudayaan Kemendikbud  

Jum'at, 23 September 2016 | 22:36 WIB
Tempo Raih Penghargaan Anugerah Kebudayaan Kemendikbud  
Pemimpin Redaksi Majalah Berita Mingguan Tempo Arif Zulkifli menerima Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Seni Tradisi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI kategori media dari Irjen Kemendikbud Daryanto di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta, 23 September 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Tempo Media Group mendapatkan penghargaan Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Seni Tradisi 2016 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Penghargaan sebagai media yang telah berkontribusi nyata terhadap perkembangan kebudayaan itu diberikan di Gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jumat, 23 September 2016.

Tempo dinilai memiliki komitmen untuk menciptakan opini yang positif dan bermanfaat untuk mengedukasi masyarakat agar mencintai budaya bangsa. "Tim menilai secara objektif, anugerah kebudayaan dilaksanakan agar menjadi pendorong agar lebih maju," kata anggota Tim Penilai Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Seni Tradisi 2016, Hajriyanto T. Thohari.

Selain itu, Tempo dinilai telah menciptakan iklim yang kondusif bagi pelestarian budaya, baik dalam konteks budaya bangsa maupun budaya daerah.

Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Seni Tradisi 2016 merupakan bentuk apresiasi terhadap insan yang berdedikasi terhadap pembangunan kebudayaan Indonesia. Sebanyak 14 tokoh menerima Gelar Tanda Kehormatan Presiden RI, empat di antaranya mendapatkan Bintang Budaya Parama Dharma dan sepuluh tokoh lainnya mendapat Satyalancana Kebudayaan. Penghargaan tersebut diberikan kepada tokoh budaya, sastra, film, teater, pelestari jamu, seni lukis, dan filologi.

Gelar tanda kehormatan Presiden RI juga diberikan kepada 54 tokoh lainnya yang dibagi menjadi sembilan kategori. 

CHITRA PARAMAESTI

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan