Selain Kendari, PCC Sudah Beredar di Kolaka dan Konawe

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polda Sultra bersama BNN Provinsi merilis hasil tangkapan ribuan pil Tramadol dan PCC yang diduga digunakan puluhan pelajar di Kota Kendari hingga menyebabkan mereka kehilangan kesadaran. Rilis dilakukan pada Kamis 14 September 2017 di aula media center Polda Sultra. ROSNIAWANTY FIKRI/ TEMPO

    Polda Sultra bersama BNN Provinsi merilis hasil tangkapan ribuan pil Tramadol dan PCC yang diduga digunakan puluhan pelajar di Kota Kendari hingga menyebabkan mereka kehilangan kesadaran. Rilis dilakukan pada Kamis 14 September 2017 di aula media center Polda Sultra. ROSNIAWANTY FIKRI/ TEMPO

    TEMPO.CO, Kendari - Selain beredar di Kota Kendari tablet PCC (Paracetamol Caffein Carisoprodol) juga sudah beredar di dua wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra)  lainya yakni Kabupaten Kolaka dan Kabupaten Konawe.

    Di Kolaka, polisi meringkus dua pelaku dengan barang bukti 1. 449 butir PCC. Sementara di Kabupaten Konawe polisi meringkus seorang pelaku dengan mengamankan satu paket PCC siap jual yang dikemas dalam plastik bening berisikan 10 butir PCC.

    “Dari hasil penindakan polisi meringkus dua pelaku di Kolaka sementara di Konawe satu orang dan di Kota Kendari lima warga. Jadi total ada delapan pelaku. Di Kolaka dan Konawe pelaku berstatus pengedar, “ ucap Direktur Narkoba Polda Sultra Komisaris Besar Satriya Adhy Permana saat rilis penangkapan pelaku penjual PCC di aula media Center Polda Sultra Kamis, 14 September  2017.

    Baca juga: Kasus Obat PCC di Kendari, 5 Perempuan Ditangkap

    Menurut Adi PCC merupakan jenis obat yang sudah ditarik peredaranya dari masyarakat dan tergolong obat illegal. Harga jual obat yang murah berkisar Rp 25 hingga Rp 40 ribu per paket lanjut Adi di duga menjadi penyebab sebagian pemakai ataupun calon pemakai dengan gampangnya membeli PCC. Selain itu obat ini juga diklaim bisa merelaksasi penggunanya,

    Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kendari Adillah Pababbari mengingatkan PCC mengandung zat psikotropika. Efeknya membuat pemakai hilang kesadaran, dan tidak mampu  mengendalikan diri bahkan bisa berujung pada kematian.

    Baca juga: BNN: Sering Disalahgunakan, Obat PCC Sudah Ditarik dari Pasar

    Meski ilegal, menurut Adillah PCC masih beredar dan banyak digunakan kalangan remaja untuk dipakai hiburan, nelayan dan pekerja tambang untuk penambah stamina juga pekerja seks komersil (PSK) sebagai obat kuat.

    PCC mengandung Carisoprodol. Carisprodol merupakan obat keras yang memiliki efek farmakologis atau relaksasi otot.  Namun relaksasi itu berlangsung singkat . "Usai itu akan menimbulkan efek sedatif. Neprobamat sendiri termasuk jenis psikotropika,” ucap Adillah.

    ROSNIAWANTY FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.