Dua Auditor BPK Ditetapkan Sebagai Tersangka Pencucian Uang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Auditor BPK yang juga tersangka kasus suap di terkait WTP di Kemendes PDTT Rochmadi Saptogiri (tengah) memasuki Rutan C1 KPK usai menjalankan Salat Id di Pomdam Guntur Jaya , Jakarta, 1 September 2017. ANTARA FOTO

    Auditor BPK yang juga tersangka kasus suap di terkait WTP di Kemendes PDTT Rochmadi Saptogiri (tengah) memasuki Rutan C1 KPK usai menjalankan Salat Id di Pomdam Guntur Jaya , Jakarta, 1 September 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan dua auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Rochmadi Saptogiri dan Ali Sadli, sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU).

    Sebelumnya, keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pemberian opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas laporan keuangan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi tahun 2016.

    "Dalam pengembangan kasus dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat para tersangka, RSG, auditor utama BPK, dan ALS, auditor BPK, KPK menemukan bukti permulaan adanya indikasi pencucian uang," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 6 September 2017.

    Baca juga: Tersangka Suap WTP, Auditor BPK Rochmadi Laporkan Hartanya 2,5 M

    Setelah bukti permulaan yang cukup tersebut, kata Febri, KPK menetapkan keduanya sebagai tersangka pencucian uang.

    Rochmadi dan Ali ditangkap pada Jumat, 26 Mei 2017. Keduanya pun telah ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi.

    Dalam tindak pidana korupsi, Rochmadi dan Ali dijerat dengan Pasal 11 dan Pasal 12 huruf a dan b Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

    Adapun untuk kasus pencucian uang, Rochmadi dijerat dengan Pasal 3 dan/atau Pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Sedangkan Ali dijerat dengan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010. "Kedua tersangka, RSG dan ALS, diduga telah menempatkan atau membelanjakan uang hasil korupsi tersebut," ujarnya.

    Baca juga: Suap BPK, KPK Perpanjang Penahanan Pejabat BPK

    Penetapan tersangka melalui pasal tindak pidana pencucian uang ini, Febri melanjutkan, sesuai dengan target KPK untuk menerapkan sistem follow the money. "Kami berharap pendekatan ini bisa lebih maksimal dalam penanganan tindak pidana korupsi ke depan," ucapnya.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.