Catatan Blogger: Idul Adha, Cara Ibrahim Ajari Bersedekah Kurban

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pekerja memasukkan seekor kambing ke dalam bajaj untuk pengiriman menjelang Idul Adha sebuah pasar di Jakarta, 30 Agustus 2017. Dalam perayaan Idul Adha, umat Muslim akan menyembelih hewan kurban berupa kambing dan sapi. REUTERS/Beawiharta

    Seorang pekerja memasukkan seekor kambing ke dalam bajaj untuk pengiriman menjelang Idul Adha sebuah pasar di Jakarta, 30 Agustus 2017. Dalam perayaan Idul Adha, umat Muslim akan menyembelih hewan kurban berupa kambing dan sapi. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyembelihan hewan kurban saat Idul Adha merupakan cara Nabi Ibrahim mengajarkan bersedekah. “Oleh Nabi Ibrahim, kurban disembelih dan dipersembahkan kepada Tuhan, tapi dagingnya harus dimakan bersama orang lain dan dibagikan,” demikian catatan Syahirul Alim, blogger Indonesiana yang menuliskan pemaknaan kurban dan sedekah sosial di Indonesiana, Kamis, 31 Agustus 2017.

    Baca: Aris Budiman Laporkan Novel Baswedan ke Polda, Begini Respons KPK

    Blogger aktif Indonesiana ini menjelaskan, Ibrahim mengajarkan sedekah sosial melalui kurban. Menurut Syahirul, kata kurban berasal dari kata qoriba dalam bahasa Arab yang kemudian dibendakan (mashdar) menjadi qurban. “Ini lekat juga maknanya dengan istilah kurban yang oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) disebut sebagai persembahan kepada Allah (seperti biri-biri, sapi, unta yang disembelih pada hari lebaran haji,” Syahirul menuliskan.

    Orang yang berkurban pasti ingin mempersembahkan kepada Tuhannya. Tapi pada saat bersamaan, ia ingin berbagi. "Inilah bentuk nyata yang diistilahkan bahasa agama sebagai hablum mina allah wa hablum mina an-naas, yaknihubungan simultan antara manusia dengan Allah dan sesamanya."

    Baca juga: Perempuan Bisa Jadi Raja di Yogya, Adik Sultan: Akan Picu Konflik

    Syahirul menuliskan, tradisi penyembelihan hewan kurban ini berlanjut, hingga sampai di masa Rasulullah Muhammad SAW, satu-satunya nabi yang berasal dari garis keturunan Ismail, putra Ibrahim.

    Selengkapnya klik di sini.

    INDONESIANA | ISTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.