Puncak Haji, Para Jemaah Diperingatkan Soal Ancaman Dehidrasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Umat Muslim beristirahat di puncak Jabal An Nur saat menjalankan ibadah Haji di kota suci Mekkah di Arab Saudi, 28 Agustus 2017. REUTERS

    Umat Muslim beristirahat di puncak Jabal An Nur saat menjalankan ibadah Haji di kota suci Mekkah di Arab Saudi, 28 Agustus 2017. REUTERS

    TEMPO.CO, Mekkah - Pemerintah meningkatkan kewaspadaan menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina) yang dimulai hari ini Rabu 30 Agustus 2017. Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kementerian Agama, Rosidin Karidi, mengatakan 3.500 petugas akan bersiaga pada saat puncak pelaksanaan ibadah haji.

    Bus untuk memberangkatkan 204 ribu anggota jemaah haji dari Mekkah ke Arafah, juga sebaliknya, siap digunakan pada pukul 08.00-20.00 waktu setempat. Menurut Rosidin, jarak Mekkah ke Arafah sebenarnya bisa ditempuh dalam waktu 30 menit.

    Baca : Tips Mencegah Dehidrasi Selama Menjalani Ibadah Haji

    “Namun di waktu padat seperti musim haji, waktu tempuhnya bisa dua jam,” kata Rosidin saat dihubungi Tempo, Selasa, 29 Agustus 2017.

    Cuaca yang panas, mencapai 50 derajat Celsius, juga menjadi salah satu hambatan yang perlu diwaspadai jemaah. Rosidin mengungkapkan, calon haji yang kebanyakan berusia lanjut disarankan memperbanyak air minum.

    Tim kesehatan telah disebar ke beberapa titik untuk mengantisipasi adanya anggota jemaah yang mengalami dehidrasi. Selain itu, petugas dari pemerintah Arab Saudi akan membantu mengumpulkan kerikil bagi para calon haji untuk mempermudah kegiatan lempar jumrah.

    Simak : Air Zamzam Sudah Sampai Sebelum Jemaah Haji Pulang ke Tanah Air

    Menurut Rosidin, pada 10 Zulhijah nanti, jemaah calon haji Indonesia mendapat giliran melempar jumrah selepas zuhur hingga asar.

    Jemaah Indonesia akan menggunakan jalur di terowongan Mina berbarengan dengan jemaah asal Asia lainnya, seperti Jepang, Korea, dan Cina.

    Ketua Komisi Agama DPR, Ali Taher Parasong, yang saat ini berada di Mekkah, mengapresiasi upaya pemerintah, seperti meningkatkan kualitas tenda dan karpet di Arafah demi kenyamanan jemaah menjelang puncak haji.

    Baca juga : 15 Koper Berisi Rokok Disita dari Calon Haji Asal Madura

    Meski demikian, Ali berharap petugas haji bersiap lebih awal di titik-titik rawan. “Hingga Senin 28 Agustus 2017 lalu sudah ada 112 jemaah Indonesia yang meninggal dengan jenjang usia 41 hingga 80 tahun. Kami minta petugas lebih waspada membantu jemaah, terutama karena udara yang sangat panas,” ujar Ali lagi.

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.