Cerita Setoran Jemaah First Travel Menjelma Koleksi Airsoft Gun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto (kiri) bersama Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak, menunjukkan air soft gun milik Andika Surachman dalam gelar perkara kasus penipuan PT First Travel dan menunjukkan barang bukti di Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Jakarta, 22 Agustus 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto (kiri) bersama Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak, menunjukkan air soft gun milik Andika Surachman dalam gelar perkara kasus penipuan PT First Travel dan menunjukkan barang bukti di Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Jakarta, 22 Agustus 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam keseluruhan harta milik tersangka pasangan Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan, pemilik dari PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel), ada delapan senjata airsoft gun dan satu pistol.

    Koleksi senjata itu ditemukan polisi di rumah mewah mereka di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat itu.

    Baca : Bos First Traavel Koleksi Airsoft Gun dan Pistol Beretta

    Kesembilan senjata tersebut adalah Air softgun laras panjang (MAQPULPTS) – (P27151), Air softgun laras panjang (HK416D) – (88-140238), Air softgun laras panjang (AIR MAGNUM) – (HAMMERLI 850), Air softgun laras panjang (NAVY SEALTEM) – (10072), Air softgun laras panjang (MAGPUL PTS) – P27153), Air softgun laras panjang (HESTAL MINIMI) – (FN 197329), Air softgun laras panjang (PANJANG MANUFACTURE) – (BY KJWORKS), Air softgun laras panjang, dan Pistol (BERETTA) – (2150).

    “Darimana uangnya? Ya dari dana para jemaah yang sudah setor itu,” ujar Kepala Unit V Sub Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskim Polri AKBP, M. Rivai Arvan, di Jakarta, Rabu 23 Agustus 2017.

    Hal tersebut ditambahkan oleh Direktur Tindak Pidana Umum Bareskim Brigadir, Herry Rudolf Nahak, bahwa kepemilikan senjatanya pun belum diketahui apakah seluruhnya berizin atau tidak. “Ini juga ditemukan 10 butir peluru tajam,” ujarnya.

    Tidak hanya senjata saja, sejumlah rekening yang digunakan transaksi juga sudah diblokir aparat.

    Simak juga : OJK: Andika-Anniesa First Travel Gagal Berangkatkan Jemaah karena...

    Ada Bank HSBC Indonesia, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Permata, Bank Central Asia (BCA), dan Bank Mayapada. “Kita minta kepada PPATK untuk menulusuri aliran dananya,” tutur Herry lagi.

    Jumlah total jemaah yang mendaftar dalam periode Desember 2016 sampai Mei 2017 ada 72.682 jamaah. Yang sudah diberangkatkan sekitar 14.000 jamaah dan yang belum diberangkatkan berjumlah 58.682 jamaah.

    Modus operandi yang dilakukan oleh tersangka terbilang cukup menggiurkan masyarakat.

    Para calon jemaan ini ditawarkan paket umroh dengan biaya murah di bawah harga standar Kementerian Agama RI, yakni hanya sebesar Rp 14.3000.000.

    Baca : Mengenal Anniesa Hasibuan, Bos First Travel yang Dicokok Polisi

    Masyarakat yang tertarik kemudian mentransfer sejumlah uang. Agar semakin menarik, perusahaan maupun agen memberangkatkan jemaah umroh dengan jargon ‘Harga Kaki Lima, Fasilitas Bintang Lima’.

    Tetapi, pada Mei 2017 First Travel menawarkan kembali tambahan biaya supaya calon jemaah segera diberangkatkan. Bahkan, pelaku juga menawarkan promo paket Ramadhan dengan biaya tambahan Rp 3.000.000 sampai Rp 8.000.000 perjemaah.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.