Kasus Perampasan Senjata, Kapolda Bali Memberi Tenggat 1 Bulan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah terjadinya penyerangan terhadap anggota Brimob saat bertugas di kawasan Hotel Ayana, Jimbaran, Bali, 8 Agustus 2017. Korban Brigadir Ida Bagus Suda Suwarna saat ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri. Sedangkan senjata laras panjangnya hilang diduga dirampas orang tak dikenal. ANTARA FOTO

    Anggota kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah terjadinya penyerangan terhadap anggota Brimob saat bertugas di kawasan Hotel Ayana, Jimbaran, Bali, 8 Agustus 2017. Korban Brigadir Ida Bagus Suda Suwarna saat ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri. Sedangkan senjata laras panjangnya hilang diduga dirampas orang tak dikenal. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Denpasar - Kapolda Bali Inspektur Jenderal Petrus Reinhard Golose memberi batas waktu (tenggat) satu bulan bagi tim khusus yang telah dibentuk untuk menangkap pelaku perampasan senjata milik anggota Brigade Mobil (Brimob). “Ini kasus yang khusus, makanya dibentuk tim khusus ,” ujar Petrus Reinhard Golose di Denpasar, Selasa, 22 Agustus 2017 .

    Petrus sudah mempelajari motif peristiwa yang terjadi pada 8 Agustus 2017 itu. “Kalau sampai satu bulan belum didapat, maka akan kita umumkan foto-foto pelaku ke publik,” ujar Kapolda.

    Baca: Anggota Brimob Diserang, Kapolda Bali: Motif Pencurian

    Foto-foto pelaku yang terdiri dari tiga orang, kata dia, dibuat berdasarkan ciri-ciri mereka serta olah forensik. Soal motif perampasan senapan, menurut Kapolda, belum bisa disampaikan ke publik.

    Seperti diberitakan sebelumnya, seorang anggota Brimob Polda Bali Brigadir Ida Bagus Suda Suwarna yang sedang bertugas mengamankan Hotel Ayanan di Jimbaran, ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Petugas hotel menemukan korban dalam posisi duduk dengan luka lebam pada wajah sebelah kiri, mata merah, dan muntah di area parkir.

    Senjata laras panjang jenis SS-1 beserta satu magazen berisi tiga peluru hampa dan 27 peluru karet yang dimiliki korban pun raib.

    Simak: Anggota Brimob Diserang, Polda Bali Perketat Penjagaan

    Sebelum kejadian itu sekitar pukul 11.00 WITA, korban bersama petugas keamanan Karang Emas Residen bernama Alam beristirahat makan siang di Rimba Resort yang berjarak sekitar 500 meter dari hotel tempat ia bertugas.

    Setelah makan siang, korban diketahui kembali ke tempatnya bertugas untuk mengamankan Hotel Ayana hingga akhirnya ditemukan tidak sadarkan diri dengan wajah terluka oleh petugas keamanan hotel.

    ROFIQI HASAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.