Ketika Nafa Urbach Curhat Soal Paedofil ke KPPA

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis Nafa Urbach didampingi kuasa hukumnya Sandy Arifin  menjelaskan pada awak media terkait kasus pedofilia yang menyasar anaknya, saat mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Jakarta, 15 Agustus 2017. TEMPO/Maria Fransisca

    Artis Nafa Urbach didampingi kuasa hukumnya Sandy Arifin menjelaskan pada awak media terkait kasus pedofilia yang menyasar anaknya, saat mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Jakarta, 15 Agustus 2017. TEMPO/Maria Fransisca

    TEMPO.CO, Jakarta -Nafa Urbach , artis dan penyanyi itu akhirnya memutuskan mendatangi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (KPPPA) untuk mengadukan dugaan jejarin paedofil yang mengincar anaknya. Pengaduan Nafa Urbach itu dilakukan Senin 21 Agustus 2017 di Jakarta.

    Menurut Nafa, pengaduannya ini semata karena rasa gelisah terus menerus menyerang dirinya. Sebagai seorang ibu, Nafa cemas dan waspada karena merasa anaknya menjadi target paedofil. Kecemasan itu muncul setelah Nafa menerima pesan singkat tentang sebuah tautan pemberitaan bakat anaknya di situs online, Nafa merasa janggal menemukan banyak kata "Loli" pada kolom komentar pemberitaan tersebut.

    BACA: Anak Nafa Urbach Diincar Paedofil, Segera Lapor Polisi

    Nafa kemudian mencari tahu arti kata "Loli" pada mesin pencari web. Kaget mendapati fakta bahwa "Loli" merupakan istilah yang digunakan para paedofil untuk menyebut target korbannya, serta adanya berita terkait penangkapan kelompok jejaring pedofil "Lolys Candy" Maret lalu.

    Dia kemudian mencurahkan apa yang dialami ke akun media sosialnya dan menerima sejumlah direct message (DM) dari masyarakat khususnya ibu-ibu yang juga mengalami dan memiliki keresahan yang sama.

    "Setelah saya blow-up kasus ini ke media sosial, banyak sekali laporan masyarakat yang saya terima melalui pesan langsung terutama ibu-ibu, mengenai kasus kejahatan pada anak yang juga mereka alami. Kasus-kasus tersebut membuat hati saya hancur luar biasa. Saya orang tua, saya juga punya empati terhadap jiwa anak-anak. Itu menjadi beban tersendiri buat saya dan ingin fight for it, karena saya mewakili banyak suara dari masyarakat di luar sana yang bingung harus berbuat apa," ucap Nafa Urbach dalam pengaduannya ke Kemen PPPA.

    BACA:Hindari Paedofil, Begini yang Dilakukan Nafa Urbach

    Sekretaris KPPPA Pribudiarta Nur yang menerima aduan tersebut mengatakan pihaknya akan berupaya memutus mata rantai kasus pedofilia di Indonesia. "Kasus pedofilia ini termasuk fenomena gunung es yang korbannya banyak yang tidak melapor. Jadi kami sangat mengapresiasi keberanian Nafa Urbach untuk melaporkan kasus ini," kata dia.

    Selain itu KPPPA mengapresiasi kinerja kepolisian yang sangat tanggap dalam menangani kasus ini.

    BACA: Buru Pedofil, Nafa Urbach Minta Bantuan Pakar IT

    "Pada dasarnya kami juga telah berkoordinasi dan bekerja sama dengan kepolisian untuk mengusut kasus ini secepatnya. Ini menjadi perhatian kami karena masyarakat masih kurang paham dan belum berani untuk melaporkan kasus perempuan dan anak, baik yang mereka alami sendiri maupun di sekitarnya. Kesadaran masyarakat dibutuhkan agar lebih peka pada lingkungan terdekat anak," kata dia.

    Dia pun memintaNafa Urbach ikut membantu mengedukasi masyarakat agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak dalam kasus paedofil.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?