Puncak Kemarau, Petani Jawa Barat Diimbau Tahan Tanam Padi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi petani menanam bibit padi. ANTARA/Maulana Surya

    Ilustrasi petani menanam bibit padi. ANTARA/Maulana Surya

    TEMPO.CO, Bandung - Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Jawa Barat Nana Nasuha mengatakan, petani diminta mehahan diri tidak menanam padi pada musim kemarau. “Di setiap daerah irigasi hanya sebagian kecil saja yang bisa ditanami padi. Fakta di lapangan, banyak juga masyarakat yang menanam padi, padahal sudah kita informasihkan bahwa ketersediaan air sangat minim,” kata dia di Bandung, Senin, 21 Agustus 2017.

    Nana mengatakan, sejumlah daerah sudah melaporkan terjadinya kekeringan lantaran kemarau. Musim kering saat ini terjadi bersamaan dengan Musim Tanam III. “Umumnya harus berhati-hati bertanam karena Musim Tanam III itu ketersediaan airnya sangat minim,” kata dia. Sejumlah daerah yang kekeringan sudah mengupayakan pompa untuk memanfaatkan air yang masih tersisa di saluran drainase.

    Menurut Nana, Jawa Barat punya potensi air melimpah. “Kurang lebih potensinya 81 miliar meter kubik pert ahun. Tapi yang bisa ditampung kurang lebih 6 miliar kubik saja. Daerah-daerah irigasi yang bisa dijamin airnya di seluruh Jawa Barat itu kurang lebih sektiar 25-256 persen,” kata dia.

    Selebihnya merupakan lahan sawah yang memanfaatkan air sungai melalui bendung. “Ketika terjadi musim kemarau begini, air sungai surut maka ketersediaan air di bendung, betul-betul relatif sedikit,” kata Nana. “Teman-teman di Balai saat ini sedang mengumpulkan data kekeringan di seluruh Jawa Barat.”

    Nana mengatakan, Bendungan Jatigede yang baru beroperasi pun belum bisa dimanfaatkan maksimal. Tahun ini pemerintah masih membenahi saluran irigasi induk di Sindupraja yang mengairi sebagian sawah di wilayah Kabupaten Cirebon dan Indramayu, serta saluran irigasi induk Cipelang menuju Indramayu. “Pasokan airnya kurang karena salurannya sedang diperbaiki,” kata dia.

    Menurut Nana, data BMKG menyebutkan saat ini sudah memasuki musim kemarau. “Tapi masih ada hujan. Mudah-mudahan kemaraunya tidak panjang. Tidak menuju ke arah El-Nino karena bisa menyebabkan kemarau panjang. Harapan kita pada Septembedr-Oktober sudah hujan,” kata dia.

    Prakirawan BMKG Stasiun Kelas I Bandung Yadi Hendarmin mengatakan, seluruh wilayah Jawa Barat saat ini mayoritas sudah memasuki puncak musim kemarau. “Sejak awal Juni sudah mulai masuk. Puncaknya di Jawa Barat ini umumnya Agustus ini puncak kemarau sehingga di beberapa wilayah telah kekeringan,” kata dia.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.