Ketua Gerakan Golkar Bersih: Tak Benar Para Tokoh Pendukung Pergi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perwakilan Generasi Muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia (tengah) menyerahkan surat pengawalan proses hukum Novanto kepada Ketua KY Aidul Fitriciada Azhari (kanan), di Gedung Komisi Yudisial, Jakarta, 31 Juli 2017. Generasi Muda Partai Golkar meminta KY mengawasi dan memantau ketat proses hukum Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, telah resmi mengajukan gugatan praperadilan atas penetapannya sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus korupsi e-KTP merugikan negara Rp 2,3 triliun. TEMPO/Imam Sukamto

    Perwakilan Generasi Muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia (tengah) menyerahkan surat pengawalan proses hukum Novanto kepada Ketua KY Aidul Fitriciada Azhari (kanan), di Gedung Komisi Yudisial, Jakarta, 31 Juli 2017. Generasi Muda Partai Golkar meminta KY mengawasi dan memantau ketat proses hukum Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, telah resmi mengajukan gugatan praperadilan atas penetapannya sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus korupsi e-KTP merugikan negara Rp 2,3 triliun. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia membantah Gerakan Golkar Bersih yang dipimpinnya mulai ditinggal para tokoh pendukungnya. 

    "Sejauh ini, dari 17 nama, belum ada satu pun yang menarik diri untuk tidak mendukung GMPG," kata Ahmad saat dihubungi Tempo di Jakarta, Senin, 21 Agustus 2017.

    Baca: Gerakan Muda Partai Golkar Bantah Berupaya Kudeta Setya Novanto

    Gerakan Golkar Bersih, kata Ahmad, adalah gerakan yang terbuka dan nama-nama pihak yang mendukung juga ditampilkan secara terbuka, tidak tertutup. "Saya juga mengapresiasi kawan-kawan Partai Golkar yang tidak berkeberatan untuk menampilkan nama mereka," ujarnya.

    Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham mengatakan dia telah mendengar kabar bahwa sejumlah anggota GMPG mengundurkan diri. "Ya saya dengar itu, tapi yang jelas, akan ada sanksi untuk gerakan ini, ini sudah kelewatan," ujarnya.

    GMPG sendiri telah merilis sejumlah nama anggota yang disebut mendukung Gerakan Golkar Bersih. Gerakan itu dideklarasikan pada 25 Juli lalu karena adanya ketidakpuasan terhadap kepimpinan Golkar saat ini, di bawah Setya Novanto yang sudah berstatus tersangka.

    Simak pula: Idrus Marham Geram Soal Internal Golkar Dibawa ke MA

    Nama-nama politikus Golkar yang mendukung tersebut, yaitu Yorrys Raweyai, Nusron Wahid, Kahar Muzakir, Lodewijk Paulus, Airlangga Hartarto, Ibnu Munzir, Indra Bambang Utoyo, Agus Gumiwang Kartasasmita, Zainuddin Amali, Eni M. Saragih, Bambang Soesatyo, Andi Sinulingga, Gatot Sudjito, M. Sarmuji, Tb. Ace Hasan Syadzily, Ichsan Firdaus, dan Ridwan Hisyam.

    Ahmad menerangkan bahwa 17 nama tersebut merupakan orang-orang yang sangat mendukung Gerakan Golkar Bersih. "Kami sudah bicara formal dan informal, juga sikap selama ini ternyata kami yang 17 orang memiliki pandangan yang sama bahwa Partai Golkar harus memperbaiki citra dan elektabilitas yang sedang terpuruk," ujarnya.

    Namun demikian, Ahmad mempersilakan siapa pun untuk mengundurkan diri. "Kalau ada yang terang-terangan ingin lepas, ya tidak masalah, artinya masyarakat akan tahu keberpihakannya ke mana," ujarnya.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.