Saut Situmorang: Idealnya Pegawai KPK 8.000 Orang, Sekarang...  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang memainkan saxophone di acara Konser Suara Anti Korupsi di Pasar Festival, Jakarta, 18 November 2016. Konser tersebut merupakan acara puncak penganugerahan kompetisi Suara Antikorupsi. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ekspresi Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang memainkan saxophone di acara Konser Suara Anti Korupsi di Pasar Festival, Jakarta, 18 November 2016. Konser tersebut merupakan acara puncak penganugerahan kompetisi Suara Antikorupsi. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang menyatakan pendapatnya ihwal komitmen pemerintah memperkuat komisi antirasuah tersebut. 

    "Ya, kalau saya berpikiran sih pegawai KPK harus 8.000 orang, dan tanah di sebelah ini, di sebelah ini, dijadikan gedung KPK aja. Ya, enggak? Kalian tahu, di Malaysia itu pegawainya 2.900, penduduknya 30 juta. Punya gedung empat blok, 20 lantai. KPK baru satu blok, 15 lantai. Bagaimana kamu bisa bersihkan negara ini gitu?” kata Saut kepada wartawan di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 16 Agustus 2017.

    Baca juga:
    Wakil Ketua KPK: Tim Independen Novel Baswedan, Ada Kesulitan...

    Adapun yang dimaksud Saut dengan yang “di Malaysia itu” adalah Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia, sebuah komisi antirasuah dari pemerintah Malaysia. 

    Presiden Joko Widodo kembali menyampaikan komitmennya memperkuat KPK dalam pidato di sidang bersama Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah. "Pemerintah mendukung setiap usaha dari semua pihak dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi serta memperkuat KPK,” katanya.

    Baca pula:
    Wakil Ketua KPK Saut Situmorang: 10 Daerah Ini Rawan Korupsi

    Saut menyebutkan banyaknya kasus sebagai alasan perlunya tambahan sumber daya bagi KPK. “Kalau uangnya masih sedikit, untuk bangun 8.000 pegawai itu mau ditaruh di mana? Ya kan, sekarang kan masih 1.500 orang, ini juga bertahap,” katanya.

    Komitmen Presiden datang di saat yang sama dengan DPR menggulirkan panitia khusus hak angket, keputusan yang dinilai berbagai lapisan masyarakat sebagai upaya pelemahan terhadap komisi yang berdiri sejak 2002 ini.

    STANLEY WIDIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?