Gelar HUT RI ke 72 di Perbatasan, Menteri Desa: Soal Nasionalisme

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Eko Putro Sandjojo, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. TEMPO/Charisma Adristy

    Eko Putro Sandjojo, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. TEMPO/Charisma Adristy

    TEMPO.CO, Nunukan - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) akan merayakan HUT RI ke-72 di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimanan Utara. Pulau Sebatik adalah daratan yang mempertemukan batas negara Indonesia dan Malaysia.

    Terdapat sejumlah rangkain kegiatan yang akan digelar, di antaranya adalah membuka pasar murah yang menyediakan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di Sebatik, layanan pemeriksaan kesehatan, menggelar upacara kemerdekaan serta memecahkan rekor MURI. Dalam upacara tersebut, Menteri Desa Eko Putro Sandjojo akan menjadi Inspektur Upacara.

    Baca: Hadiri Undangan HUT RI Ke 72 , Tamu Istana Wajib Kenakan Baju Tradisional

    “Kami ingin mewujudkan negara hadir di perbatasan. Kami juga ingin menggelorakan semangat kerja bersama dan mengkampanyekan gerakan 'Aku Cinta Rupiah' sebagai bukti nyata nasionalisme kita,” kata Kepala Biro Humas dan Kerjasama Kemendes PDTT, Fajar Tri Suprapto melalui pesan Whatsapp, Senin, 14 Agustus 2017.

    Lokasi persis pasar murah akan digelar di Lapangan Sei Nyamuk, Desa Sei Pancang, Pulau Sebatik, pada 15 - 17 Agustus 2017. “Jadi dalam paket itu ada 5 kilogram beras, 2 kilogram gula pasir, 1 liter minyak goreng, susu kental manis 1 kaleng, dan 5 bungkus mie instan. Jika di pasaran harganya bisa mencapai Rp 130.000, tapi (harga itu) tidak di pasar murah besok,” kata Fajar.

    Baca: HUT RI ke-72, Keturunan Pahlawan Sampaikan 4 Seruan ke Jokowi

    Untuk dapat memastikan seluruh elemen terlibat dan memanfaatkan keberadaan pasar murah, Kemendes PDTT menggandeng kecamatan dan kepala desa. “Ke depan, kami berharap setelah adanya pasar murah tersebut, akan hadir Rumah Pangan Kita (RPK). RPK yang dikoordinir oleh BULOG akan menjadi sentra distribusi sembako di Pulau Sebatik,” kata Fajar.

    SAPRI MAULANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.