Polda Maluku Utara Belum Deteksi Peredaran Narkoba Jenis Flakka  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria berbaju abu-abu terlihat berjalan seperti mayat hidup atau Zombie di antara kerumunan warga di jalanan Manchester, Inggris. Fenomena orang yang berkeliaran sambil tidak sadar diduga akibat penggunaan narkoba jenis baru. Dailymail.co.uk

    Seorang pria berbaju abu-abu terlihat berjalan seperti mayat hidup atau Zombie di antara kerumunan warga di jalanan Manchester, Inggris. Fenomena orang yang berkeliaran sambil tidak sadar diduga akibat penggunaan narkoba jenis baru. Dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Ternate - Kepolisian Daerah Maluku Utara memastikan pihaknya hingga kini belum mendeteksi adanya peredaran narkoba jenis baru, flakka, di provinsi itu.

    "Meski begitu, Direktorat Reserse Narkoba akan terus memberantas peredaran gelap narkoba di wilayah Maluku Utara, termasuk jenis flakka," kata AKBP Hendry Badar, Kabid Humas Polda Maluku Utara di Ternate, Selasa, 8 Agustus 2017.

    Baca: Awas Flakka alias Narkoba Zombie, BNN: Sudah Masuk ke Indonesia

    Menurut dia, pendeteksian narkoba dilakukan Polda dan Polres bersinergi dengan BNNP Maluku Utara serta instansi terkait lain.

    Selain memberantas narkoba, Polda dan jajaran tetap intensif menggelar sosialisasi dan penyuluhan tentang penyalahgunaan dan bahaya narkoba.

    Flakka menjadi viral di media sosial karena memberikan efek kepada pecandunya dengan gejala seperti zombie, bahkan berujung mematikan.

    Simak pula: BNN: Jenis Narkoba yang Masuk ke Indonesia Sudah Berbeda

    Sebelumnya, Direktorat Reserse Narkoba Polda Maluku Utara berhasil menangkap empat tersangka saat melakukan pesta narkoba di kawasan Dufa-Dufa, Ternate, disertai dengan barang bukti.

    Penangkapan dilakukan personel Direktorat Reserse Narkoba Polda Maluku Utara setelah menerima informasi dari masyarakat.

    Para tersangka ditangkap saat menggelar pesta narkoba di rumah Nofal. Mereka adalah Nyong Nudafar alias Ong, 20 tahun, Fahri Ahmad (23), Usman alias Ong (23), dan Hermawan Safi alias Wawan (21).

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.